Jum'at, 19 Januari 2018

Satu Pasien di Gresik Positif Difteri

Senin, 11 Desember 2017 19:20:40 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Satu Pasien di Gresik Positif Difteri

Gresik (beritajatim.com) - Pelan tapi pasti penyakit difteri mulai menyerang Kabupaten Gresik. Pasalnya, November 2017 lalu ada satu pasien anak-anak diduga terkena penyakit yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium.

Anak yang masih berusia 5 tahun tersebut berasal dari Desa Suci, Kecamatan Manyar Gresik. 

Positif menghidap difteri, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik langsung melakukan tindakan medis. Setelah ada kecurigaan ada penyakit menular.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr Mukhibatul Khusnah membenarkan adanya temuan tersebut.

Saat menerima laporan, dirinya bersama petugas surveilans segera mendatangi pasien untuk dilakukan pemeriksaan swab. "Memang ada indikasi difteri," ujarnya (11/12/2107).

Ia menambahkan, beberapa indikasi difteri salah satunya adalah sakit di tenggorokan yang disertai demam. Dalam medis, gejala tersebut mirip batuk dan demam biasa. Cuma ada tandanya yakni ada perbedaan di tenggorokan.

"Tanda-tandanya ada bercak serta sariawan dengan warna putih keabu-abuan. Namun, untuk memastikan itu perlu dilakukan tes di laboratorium guna memastikannya. Selain itu, pasien dan keluarganya harus diberi obat terapi sambil menunggu hasil laboratorium," tambahnya.

Masih menurut Khusnah, akhir November 2017 lalu, suspek yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya menunjukkan hasil positif secara klinis.
Meski pasien sudah sembuh, potensi penularan masih bisa terjadi. Untuk itu, Dinkes Gresik melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi masal sejak 2 Desember lalu. ORI dilakukan di dua desa. Yakni, Desa Suci dan Desa Yosowilangon.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, dr Nurul Dholam menyatakan memang ada satu pasien terkena difteri.

Sesuai Permenkes nomor 1501 tahun 2010, jika ditemukan satu kasus difteria klinis (difteri positif), pemerintah daerah setempat mengumumkan wilayahnya berstatus KLB.

"Kami berharap masyarakat tidak memiliki presepsi buruk terhadap status KLB. Sebab, penanganan sudah dilakukan. Tidak ada korban meninggal dunia seperti di daerah lain," ujarnya. [dny/ted]

Tag : difteri

Komentar

?>