Jum'at, 15 Desember 2017

Unair dan TI Indonesia Kerjasama PPKK di Lingkungan Perguruan Tinggi

Jum'at, 08 Desember 2017 07:03:13 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Unair dan TI Indonesia Kerjasama PPKK di Lingkungan Perguruan Tinggi

Surabaya (beritajatim.com) - Universitas Airlangga dan Transparency International (TI) Indonesia menandatangani memorandum of understanding (MoU) soal komitmen pencegahan dan pengedalian konflik kepentingan (PPKK) di lingkungan perguruan tinggi.

Penandatanganan kerjasama yang dilangsungkan di Aula Kahuripan Lantai 4 Kampus C, Kamis (7/12/2017) itu dilakukan langsung oleh Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE dan Sekretaris Jenderal TI Indonesia Dadang Trisasongko.

Prof. Nasih menyatakan, PPKK yang coba dikelola dan dikembangkan Unair itu pada sektor pengadaan barang dan jasa. Termasuk pengadaan sumber daya manusia. Sebab, menurut dia, konflik kepentingan merupakan masalah yang tidak sederhana.

"Dua sektor itulah yang bakal kita dorong. Sebab, konflik kepentingan dapat memengaruhi proses-proses pengembalian keputusan maupun kebijakan. Sekaligus ini dipastikan bakal menimbulkan banyak kerugian," ujar Nasih.

Tahun sebelumnya, lanjutnya, Unair melakukan penerbitan aturan bagi civitas akademika, baik pegawai maupun dosen, yang tidak diperbolehkan untuk memiliki perusahaan yanh terlibat dalam kegiatan maupun event di kampus.

"Sekecil apa pun tidak diperbolehkan. Misalnya, warung atau usaha kue. Apalagi menyokong kegiatan semacam wisuda. Inilah yang harus kita hilangkan bersama," kata Nasih.

Selain itu, di Unair, tidak ada lagi proses-proses rekrutmen, dimana yang mewawancarai adalah ayahnya atau kerabatnya. "Inilah yang ke depan terus kita dorong untuk sedikit demi sedikit dihapuskan," imbuhnya.

Prof. Nasih mengungkapkan, upaya itu mesti dilakukan agar konflik kepentingan dapat dikelola dengan sebaik-baiknya pada masa yang akan datang. Jika sukses dan berjalan, proses-proses yang lain bakal coba dijajaki dan ikut dikembangkan.

"Ke depan, bisa saja bukan hanya pengadaan barang dan jasa maupun pengadaan sumber daya manusia. Bahkan, jika perlu, bidang pengajaran mahasiswa. Untuk memastikan semuanya memang benar-benar berjalan sesuai dengan aturan dan bersih," tambahnya.

Sementara itu, Dadang menyampaikan TI Indonesia merupakan organisasi global non-pemerintah yang didirikan di Jerman. Yakni, organisasi gerakan masyarakat sipil untuk mencegah korupsi. Pasalnya, perguruan tinggi sangat penting menjadi bagian pencegahan dan pengendalian konflik kepentingan.

"Jangan hanya menjadi korban. Perguruan tinggi harus menjadi bagian penting dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Ke depan, perguruan tinggi punya peran strategis untuk ikut mewarnai arah perkembangan bangsa ini. Semoga ini membawa manfaat bagi perkembangan dunia perguruan tinggi kita maupun Indonesia secara keseluruhan," ungkap Dadang. [ito/suf]

Tag : unair

Komentar

?>