Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Penderita Gizi Buruk Lumajang Terus Berkurang

Jum'at, 24 Nopember 2017 19:06:06 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Penderita Gizi Buruk Lumajang Terus Berkurang

Lumajang (beritajatim.com) - Dinas Kesehatan Lumajang terus melakukan penanganan terhadap Gizi Buruk yang bisa menimpa masyarakat. Untuk menurunkan angka penderita gizi buruk, Dinkes terus melakukan inovasi dan mengandeng berbagai pihak.

Wakil Bupati Lumajang, Buntara Supriyanto mengatakan, penyuluhan dan sosialisasi tentang kewaspadaan pangan dan gizi perlu terus ditebarkan ke masyarakat. Karena, balita atau warga yang terkena gizi buruk juga mengakibatkan makin rendah kemampuan ilmu pengetahuannya.

"Saya berharap tiap kecamatan di 21 kecamatan angka Gizi Buruk mencapai 1 persen," ungkapnya saat memberikan sambutan di Rakor Kelompok Kerja Kewaspadaan Pangan dan Gizi di ruang Semeru Pemkab, Jumat (24/11/2017).

Wabup mengapresiasi langkah yang sudah ditempuh segenap jajaran Dinas Kesehatan dan timnya atas keberhasilan menurunkan rata-rata angka gizi buruk Lumajang dari 0,62% menjadi 0,6%. Sedangkan target yang telah ditetapkan, adalah 1%.

"Namun, masih ada beberapa kecamatan yang masih mencapai lebih dari 1%. Bagikecamatan yang masih di atas 1% penderita gizi buruk, saya mengimbau lebihintensif dalam upaya penurunan angka gizi buru tersebut," jelasnya.

Di sisi lain, wabup mengungkapkan bahwa penyebab utama gizi buruk yaitu pola asuh sebesar 41,32%, kemiskinan sebesar 30,28%, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) sebesar 19,56%, dan sakit sebesar 8, 83%. Pasalnya,pola asuh paling berpengaruh karena masih ada ibu menyusui enggan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

"Tolong disampaikan para ibu melahirkan," papar Buntaran. [har/but]

Tag : gizi buruk

Komentar

?>