Jum'at, 21 September 2018

Mahasiswa Poliwangi Ciptakan Digital Braille Converter

Senin, 20 Nopember 2017 20:52:47 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Mahasiswa Poliwangi Ciptakan Digital Braille Converter

Banyuwangi (beritajatim.com) - Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) terus mengembangkan inovasi teknologi di kampus mereka. Kali ini guna memudahkan para penyandang disabilitas di Banyuwangi, mereka menciptakan sebuah aplikasi bagi para pengajar khusus penyandang tuna netra.

Alat tersebut bekerja dengan berbasis smartphone yang mengaplikasikan sebuah software untuk membentuk sebuah tulisan dalam bentuk braille. Software itu berbentuk aplikasi converter yang merubah huruf abjad atau latin ke huruf braille.

Para mahasiswa menciptakan alat ini berdasarkan latar belakang yang panjang. Mereka harus melakukan observasi selama 3 bulan untuk membuat aplikasi yang tepat.

Para mahasiswa ini menemui adanya kesulitan cara pengajar penyandang tuna netra untuk memberikan informasi kepada muridnya. Komunikasi intensif yang dilakukan bersama di salah satu lembaga pendidikan difable di Banyuwangi, membuat mereka mencetuskan sebuah keputusan.

Hingga akhirnya terciptalah sebuah produk aplikasi elektronik berbasis android yang diberi nama 'digital braille converter'. Hadirnya aplikasi ini diharapkan dapat membantu pengajar dan para penyandang tuna netra, khususnya dalam aktivitas membaca.

"Ini berawal dari kami menjadi pendamping di salah satu lembaga pendidikan difable, Mata Hati. Sehingga kami tertarik dan melakukan observasi di sana. Kami melihat selama ini cara mengajar menggunakan braille ini kan secara konvensional, tapi di sini kita coba dengan teknologi," jelas Wakil Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi, Muhamad Fuad Al Haris, Senin (20/11/2017).

Cara kerja alat ini dinilai cukup mudah, karena pengajar tinggal membuka aplikasi tersebut di android miliknya. Setelah muncul layar menu, pengajar dapat memilih bahasa dan pilihan converternya.

Setelah mengetik huruf yang diinginkan, alat itu akan menkonverter ke huruf braille. Huruf tersebut akan muncul pada papan berukuran 15x50 meter berisi tombol membentuk pola huruf braille.

"Jadi tenaganya kita menggunakan andorid untuk sistem komunikasinya kita menggunakan bloetooth. Sehingga nanti ketika ditekan pola huruf di android tadi itu akan diconvert ke huruf braille dan membentuk pola di papan tadi," jelasnya.

Haris menambahkan, aplikasi ciptaan mahasiswa Poliwangi ini sudah hampir sempurna. Bahkan, alat tersebut sudah masuk dalam tahap memproduksi. Namun, pihaknya masih melakukan proses lanjutan hingga alat tersebut dalam keadaan sempurna.

"Hanya tampilan saja yang kurang, kalau fungsionalnya sudah layak. Kapan hari prototype sudah kami buat, jadi tahap kedua itu penyempurnaan produk. Sehingga nantinya kalau memang sudah benar-benar layak digunakan user, maka akan kita sampaikan ke pelaku difable," ungkapnya.

Secara keseluruhan, produk teknologi kekinian milik Poliwangi telah mampu bekerja dengan baik. Bahkan, menarik minat sejumlah kalangan untuk memilikinya, termasuk Bank Indonesia Jember. [rin/but]

Tag : poliwangi

Komentar

?>