Sabtu, 16 Desember 2017

Ini Alasan Kades Lemahbangdewo Usir Siswa SLB Rogojampi

Senin, 20 Nopember 2017 15:31:32 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ini Alasan Kades Lemahbangdewo Usir Siswa SLB Rogojampi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Kades Lemahbangdewo, Kecamatam Rogojampi, Agus Iswanto Prihadi mengaku meminta pihak sekolah segera mengosongkan gedung SLB Rogojampi. Pasalnya, saat ini sudah waktunya jatuh tempo para guru dan siswa untuk meninggalkan sekolah tersebut.

"Kita dulu membuat perjanjian tahun 2012 - 2013, mereka kami beri kesempatan untuk mencari tempat baru. Kami tegur, tapi kami nggak punya hati, sehingga kami biarkan. Berlanjut sampai 2016, kami gak tega pada mereka hingga pada 2017 kami terus terang akan menggunakan tanah ini untuk balai desa," ungkas Agus, Senin (20/11/2017).

Agus mengungkapkan, dirinya menggunakan sekolah SLB PGRI Rogojampi itu untuk kantor desanya yang baru. Pasalnya, balai desa yang lama kondisinya sudah tak layak, sempit dan kurang representatif untuk melakukan pelayanan.

"Di sana itu sempit, tidak layak kalau bisa dibilang balai desa Lemahbangdewo itu mungkin paling jelek se Banyuwangi. Bangunannya bisa dikatakan pantas untuk balai dusun," kata Agus, Senin (20/11/2017).

Terlebih, kata Agus, gedung yang mereka tempati itu adalah milik tanah kas desa (TKD). Sehingga sewaktu-waktu akan digunakan mereka harus siap pindah.

"Itu juga sudah tertulis dalam kesepakatan kami bersama pihak sekolah dan camat waktu itu," ungkapnya.

Apalagi, lanjut Agus, dirinya sangat membutuhkan kantor baru untuk pelayanan warga di desanya. Bahkan, sejumlah warga telah mendesak agar segera membangun gedung baru.

"Kita itu juga didesak oleh pemerintah kabupaten, dalam hal ini Bupati Anas yang gencar untuk segera membangun smart kampung. Sedangkan kita ini sudah tertinggal jauh dari tempat lain. Kita ingin, pelayanan warga baik, punya akses internet cepat," ungkapnya.

Tapi, imbuh Agus, dirinya tak memiliki hati untuk melakukan pengusiran itu. Hanya saja, mereka juga harus punya kesadaran kalau menempati lahan itu hanya sistemnya pinjam pakai.

"Memang dulunya ini TKD yang digunakan untuk sekolahan SDN 3 Lemahbangdewo. Boleh saja menempati tapi kan mereka swasta. Kami sudah memberikan jangka waktu panjang, 2001 sampai 2017, tapi kok tetap saja. Kami ini sudah terlalu baik, ayolah sama-sama cari solusinya, mereka membutuhkan ini, kami juga sama membutuhkan tanah ini," ujarnya.

Meski demikian, dirinya tak menampik jika telah meminta warga dan lembaga desa untuk datang ke sekolah. Alasanya, bukan untuk mengusir penghuni sekolah meninggalkan lokasi.

"Kami meminta mereka agar membantu jika tenaganya dibutuhkan untuk mengangkat barang-barang yang sekiranya berat. Kami ini memberikan solusi bagi mereka sebelum meninggalkan lokasi," katanya.

Tapi, aksi itu urung lantaran dirinya mendapat larangan dari Camat Rogojampi. Pihaknya diminta menunda pengosongan sekolah sembari menunggu hasil keputusan dari Dinas Pendidikan Banyuwangi, PGRI dan Camat Rogojampi untuk melakukan kordinasi. (rin/kun)

Komentar

?>