Rabu, 22 Nopember 2017

Dialog Nasional 5 Di PT GG

Pelajar SMK Kediri Cecar Pertanyaan Menteri Perindustrian dan Perhubungan

Rabu, 15 Nopember 2017 13:45:45 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Pelajar SMK Kediri Cecar Pertanyaan Menteri Perindustrian dan Perhubungan

Kediri (beritajatim.com) - Sebanyak 4 ribu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota dan Kabupaten Kediri bersama 4 ribu walimurid ikuti dialog Nasional di Gedung Sasana Krida Surya Kencana PT Gudang Garam (GGRM) Tbk Kediri, Rabu (15/11/2017) pagi.

Ada tiga narasumber yang hadir yaitu, Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya serta Direktur PT GGRM Tatang Istata. Hadir pula Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam acara yang mengambil tema "Siswa Bertanya Menteri Menjawab" ini.

Diki Dwi Prasetyo, siswa SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri melontarkan pertanyaan, di sekolahnya jarang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) karena keterbatasan dunia industri. Sehingga, terkadang jadwal praktek 2-3 bulan baru bisa.

"Pertanyaan kami, bagaimana dunia usaha atau industri bisa memberi ruang kepada kami. Dan nantinya dapat diberi reward misalnya diberi keringanan dalam membayar pajak. Bagaimana kalau tenaga ahli, itu diberi tempat sebagai guru di lembaga sekolah kami? " tanya Diki.

Menjawab pertanyaan siswa, Airlangga Hartanto mengatakan, akan membantu siswa dalam menyediakan tempat kerja praktek.

"Beberapa industri di Jatim sudah membuka diri untuk kegiatan PKL pelajar SMK. Kemarin saya kunjungan di Klaten, Jawa Tengah melihat disana anak-anak langsung praktek kerja memakai dengan mesin yang sesungguhnya. Model itu didorong," kata Airlangga.

Ditambahkan olehnya, untuk tenaga ahli, Kementerian Perindustrian memiliki program silver expert. Dimana, tenaga ahli yang sudah pensiun dididik dalam pelatihan sehingga bisa menjadi seorang pengajar.

"Mereka bisa mengajar ke SMK-SMK.Sementara itu untuk pertanyaan pemberian reward kepada industri yang sudah memfasilitas pelajar supaya bisa melaksanakan praktek kerja, tentu pemerintah sudah memikirkan hal ini dan sedang dibahas di Kementerian Keuangan," jelas Airlangga.

Aji Dwi Priyo Nugroho, siswa SMKN 1 Plosoklaten yang lainnya bertanya tentang tata cara mendapatkan permodalan untuk mengembangkan hasil produk dari sekolah.

"Sekolah kami membuka kelas kewirausahaan untuk membuat dan memasarkan hasil contohnya ada alat pencacah plastik dan alat untuk memotong rumput. Lalu kemana kami mendapat modal usaha serta bagaimana caranya?" tanyanya.

Menjawab pertanyaan dari Aji Dwi Priyo, Menteri Perindustrian mengatakan, untuk kebutuhan permodalan, dapat mengakses dana dari Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu juga bisa melalui Dinas Koperasi.

Pelajar lainnya yang mendapat kesempatan untuk bertanya adalah Eko Prasetyo, siswa SMK Hangtuah Kediri. Dia bertanya tentang cara menjadi tenaga pelayaran serta biayanya yang diketahui tinggi mencapai Rp 25 juta.

Mendengar pertanyaan dari Eko Prasetyo, Menteri Perhubungan Budi Karya sempat terkejut mengenai adanya biaya masuk pelayaran. Sebab, menurut Eko, tidak ada biaya yang dimaksud oleh siswa tersebut, yang nilainya cukup membuatnya kaget.

"Kita memiliki diklat, memberi kesempatan belajar bagi para siswa, apalagi SMK Hangtuah untuk menjadi pelayaran di laut. Syaratnya asal tesnya lulus. Nanti, silahkan daftar, kita akan buat tes khusus untuk Kediri. Peminatnya siapa saja," ucap Budi Karya yang kemudian meminta nomor HP milik Eko Prasetyo.

Pelajar yang bertanya lainnya adalah Intan, siswi SMKN 3 Kota Kediri. Dia menyampaikan tentang kurikulum pendidikan yang diterapkan di sekolahnya. Dimana, dalam kurikulum lama lebih banyak pendidikan normatif ketimbang produktif.

Pertanyaan Intan ini membuat tertarik Airlangga. Menurutnya, pertanyaan tersebut paling baik diantara pertanyaan pelajar lainnya. Dia langsung memberikan reward kepada Indan dengan sebuah hadiah khusus di atas panggung.

"Sekarang ini prosentasenya sebanyak 70 persen normatif dan 30 persen produktif. Kita singkronisasi kurikulumnya. Juga kita larikan mitra industrinya kalau sekolah belum punya Teaching Factory (sinergi sekolah dengan industri). Supaya adik adik bisa praktek ke industri, seperti di SMKN 3 Kota Kediri jurusan tata boga ini dicarikan industri tentang makanan dan minuman," jelas Airlangga.

Terpisah, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam acara dialog Nasional kelima ini mengungkapkan, banyak lulusan SMK di Kota Kediri yang diterima kerja di dunia industri, salah satunya di PT GGRM Kediri.

"Mahasiswa dari Poltek kami juga diambil. Belum lulus sudah dijebol. Sekolah vokasi sekarang ini memang harum namanya. Banyak siswa di Kota Kediri yang minta tolong ke saya supaya bisa masuk SMK, karena saking kompetitifnya. Mudah mudahan pak Gubernur memberi biaya pendidikan supaya biaya SMK murah lagi. Karena SMK sekarang ditangani oleh Pemprov Jatim," jelas Mas Abu, panggilan akrab Walikota Kediri.

Masih kata Walikota berusia 37 tahun itu, apabila perkembangan para pelajar sekarang ini sangat pesat karena didukung Teknologi Informasi.

"Presiden mendorong sekolah vokasi mendorong ke industri. Hari ini siswa SMK didekatkan ke dunia industri. Adik adik harus menjawab tantangan ini, harus bertarung, karena persaingannya dengan seluruh Asia dan ke depan tingkat dunia. Jangan lebai, tetapi bermental baja, agar memenangkan pertarungan," pesannya.

Tatang Istata, Direktur PT GGRM Kediri dalam kesempatan bicara memberikan penghargaan kepada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Sekarang ini proyek Infrastruktur gila gilaan. Kita sebagai industri sangat bersyukur, karena kita bisa memanfaatkan infrastruktur yang sudah disiapkan pemerintah, sehingga biaya produksi kita bisa berkurang. Kita sudah mencoba, fokus trainning bekerjasama dengan lima SMK dengan kurikulum yang cocok. Kami berterima kasih bisa maju terus," pungkasnya. [nng/but]

Tag : sekolah kediri

Komentar

?>