Rabu, 22 Nopember 2017

Pelajar Rentan Terkena Dampak Negatif Media Sosial

Selasa, 14 Nopember 2017 21:48:28 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Pelajar Rentan Terkena Dampak Negatif Media Sosial

Bojonegoro (beritajatim.com) - Maraknya cyber crime dan berita-berita hoax yang mewabah di masyarakat tak luput dari kurangnya edukasi tentang penggunaan internet secara baik dan benar.

Dampak adanya penyalahgunaan media sosial ini rentan menyerang para pelajar.

Dalam rangka memberikan edukasi kepada generasi muda tentang dampak negatif pemanfaatan internet serta pemahaman pemanfaatan internet yang bisa digunakan untuk banyak hal positif, Relawan TIK Bojonegoro dengan didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar Sosialisasi Internet Sehat dengan tema “Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital".

Sosialisasi pemanfaatan internet sehat tersebut dilakukan di Aula Sekolah MTs. Petak Pondok Pesantren Desa Beged Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Kepala MTs Petak, Syaiful Bahri turut menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurut pengamatannya, pengaruh besar internet terhadap jiwa anak-anak sekolah sangat tinggi.

“Saat ini prosentase belajar dengan internetan lebih besar internetannya. Materi yang disampaikan menjadi bekal suatu saat nanti sehingga dapat menggunakan internet atau media sosial secara baik tanpa mengurangi minat belajar sebagai murid,” ungkapnya.

Perwakilan EMCL, Galih Tiara menjelaskan, sebagai operator migas lapangan banyu urip yang melakukan eksploitasi di Kecamatan Gayam, pihaknya mengaku fokus terhadap tiga pilar program penunjang operasi, yakni bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

“Pendidikan menjadi salah satu fokus kami (EMCL). Materi internet sehat tidak ada di pelajaran formal, adik-adik turut berbahagia punya kesempatan seperti ini. Sehingga kita bisa cerdas menggunakan sosial media,” ujarnya didepan siswa-siswi.

Saat penyampaian materi sosialisasi, Nova Wijaya selaku pengurus Relawan TIK Bojonegoro menyerukan kampanye melawan hoax dan penggunaan media sosial secara cerdas serta bersama untuk menghindari dampak-dampak negatif internet.

Disampaikan, menurut survey lembaga MASTEL di tahun 2017, sebanyak 92,4 % berita hoax menyebar melalui media sosial. "Mari bersama menggunakan internet secara cerdas dan produktif untuk meningkatkan pemahaman dalam proses belajar," ujar perempuan asli Bojonegoro ini.

Sekadar diketahui kegiatan yang dilaksanakan Selasa (14/11) diikuti oleh 70 lebih siswa-siswi yang terdiri dari kelas 1 hingga 3 MTs Petak. Sosialisasi internet sehat diisi dengan pemaparan materi tentang pemahaman penggunakan internet yang cerdas dan produktif bagi para pelajar. [lus/ted]

Tag : sosial media

Berita Terkait

    Komentar

    ?>