Rabu, 22 Nopember 2017

Banyuwangi Deklarasikan Daerah Bebas Pasung

Senin, 13 Nopember 2017 23:14:09 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Banyuwangi Deklarasikan Daerah Bebas Pasung

Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Bebas Pasung. Lewat deklarasi itu, Banyuwangi menyatakan siap melakukan langkah-langkah komprehensif penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Tahun 2016 lalu masih ada 92 kasus pemasungan. Namun dengan kegigihan serta kesabaran petugas kesehatan serta kerja sama yang baik dengan keluarga ODGJ dan juga dukungan lingkungan, hingga per 5 Oktober 2017 seluruh kasus tersebut berhasil dituntaskan. Sebanyak 92 ODGJ telah dibebaskan dari pasung," terang Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Senin (13/11/2017).

Saat ini, kata Yusuf, selain dilakukan upaya pengobatan, para petugas kesehatan juga mulai melakukan upaya pemulihan yang melibatkan berbagai pihak. Hal ini perlu dilakukan, karena selain membutuhkan pertolongan medis pasien seringkali menghadapi tantangan sosial di masyarakat.

"Maka diperlukan langkah lanjut setelah menjalani serangkaian pengobatan agar minimal bisa mandiri dan diterima masyarakat lagi," kata Yusuf.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono menambahkan, salah satu program yang telah dijalankan pemkab adalah Poli Kembali Sehat (Poli Kesat). Setiap puskesmas menyelenggarakan terapi kerja bagi ODGJ. Saat ini ada tiga puskesmas yang menyelenggarakan program ini.

"Mereka dilatih berbagai ketrampilan menyesuaikan minat dan kemampuan mereka," kata dr Rio, panggilan akrabnya.

Selain itu juga ada program Usaha Asuh, dimana pengusaha di sekitar wilayah puskesmas diajak bekerjasama untuk menampung ODGJ yang sudah pulih untuk bisa bekerja di tempat mereka.

"Sudah ada beberapa ODGJ yang berhasil kembali ke masyarakat setelah rutin pengobatan. Ada ODGJ di Kecamatan Kabat yang bekerja sebagai tukang parkir puskesmas. Bahkan, dia kini belajar di pondok pesantren," pungkasnya. [rin/suf]

Tag : sakit jiwa

Komentar

?>