Rabu, 22 Nopember 2017

Sukses Rute Pertama Pulau Bawean

Rumah Sakit Apung Ksatria Airlangga Kunjungi Gugusan Pulau Sumenep

Senin, 13 Nopember 2017 06:40:24 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Rumah Sakit Apung Ksatria Airlangga Kunjungi Gugusan Pulau Sumenep

Surabaya (beritajatim.com) - Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga pada rute kedua ini akan berlabuh di gugusan pulau terpencil di Kabupaten Sumenep, Madura. Hal itu karena di kawasan tersebut masih minim pelayanan fasilitas kesehatan (faskes).

Rute kedua itu sebagai tindak lanjut dari sukses pada rute pertama di Pulau Bawean hingga mampu mengatrol keaktifan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Mas’ud di Kecamatan Sangkapura, beberapa waktu lalu.

RST resmi dilepas sandar untuk mengarungi lautan lepas, di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya oleh para alumni Fakultas Kedokteran Unair (Universitas Airlangga) dan jajaran pimpinannya, Sabtu (11/11/207). Kapal jenis pinisi dengan dominan warna putih dan garis biru di lambung itu tampak gagah ditambah selempang bertuliskan jargon  "Mengarungi Samudra, Menyelamatkan Anak Bangsa".

"RST rute kedua ini akan langsung menuju ketiga pulau terpencil di kawasan Kabupaten Sumenep, Madura. Diantaranya Pulau Kangean, Sapudi dan Masalembu," tutur Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga Dr. dr. Christrijogo Sumartono, Sp.An.KAR.

Ia mengungkapkan, tiga pulau itu dipilih karena masih minim pelayanan faskes, sementara pada Desember hingga Januari cuaca dan gelombang laut sedang tinggi karena faktor cuaca sehingga memepenganguruhi tenaga medis ke pulai tersebut. "Kami ingin mengejar waktu agar tidak keduluan cuaca ekstrim. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes setempat," paparnya.

Ia menjelaskan, pengoperasionalan RST ini juga dilengkapi peralatan medis serta logistik yang dibawa tidak ada yang mubazir atau tidak terpakai. "Kapal kita ini kan sudah dilengkapi dengan kamar operasi untuk jenis operasi dasar atau basic surger seperti operasi usus buntu, hernia, katarak, pemberhentian pendarahan serta persalinan. Semua digarap di atas kapal yang tengah bersandar," urainya.

Selama satu kali perjalanan, tambahnya, RST terdiri dari 5 anak buah kapal (ABK), 7 dokter spesialis dan 4 perawat. Para kru tersebut juga akan berganti pada setiap tujuannya.

"Pasien yang hendak dituju ini didominasi oleh penderita penyakit degeneratif. Di antaranya hipertensi, diabetes, penyakit jantung, mata katarak dan lain-lain. Selain itu, kapal ini dilengkapi kamar operasi, kamar perawatan dan fasilitas yang mendukung aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitasi bagi para pasien," imbuhnya.

Terkait lamanya bersandar, Chris menilai hal ini tentatif. Namun, satu pulaunya bisa saja disinggahi selama tiga hari. "Tergantung jumlah penduduknya atau kasusnya. Misalnya Pulau Sapudi ada 24.000 penduduk, bila kita ambil 30 persennya saja, maka satu pulau diperkirakan 2-3 hari. Di kawasan Sampang paling cepat dua minggu lah," terangnya.

Meski demikian, Chris menegaskan RST tidak hanya sandar, memberikan pengobatan dan pergi begitu saja. Melainkan, juga turut membina masyarakat dan faskes setempat untuk menuntaskan masalah kesehatan serta kesenjangan fasilitas medis.

"Kita juga ingin membangun sistem. Kita juga turut menjembatani pemerintah setempat untuk memperbaiki fasilitas kesehatan yang mencukupi bagi masyarakat di pedalaman," tandansya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof Soetojo mengungkapakan, SDM dokter yang terlibat dalam suksesnya perjalanan RST Ksatria Airlangga ini akan mendapatkan sertifikat khusus setelah menjalaninya.

"Nantinya para alumni FK Unair dokter spesialis akan kita arahkan untuk turut berperan menjadi tenaga medis di atas RS Terapung Ksatria Airlangga," tegas Soetojo.

Selain itu, bagi awak medis RST sedikitnya dibutuhkan dokter spesialis dalam lima jenis, yakni spesialis anestesi, spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, spesialis kandungan dan spesialis anak.

"Selain menimba banyak pengalaman, para peserta WKDS akan merasakan pengabdian diri sepenuhnya kepada masyarakat yang sebenarnya membutuhkan," tandas Soetojo. [ito/suf]

Tag : unair

Komentar

?>