Rabu, 22 Nopember 2017

Mensos Berharap Santri 'Kids Zaman Now' Tetap Nasionalis

Minggu, 12 Nopember 2017 23:14:16 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Mensos Berharap Santri 'Kids Zaman Now' Tetap Nasionalis

Surabaya (beritajatim.com) - Meski sekolahnya​ di Pondok Pesantren, santri itu sudah pasti nasionalis dan kekinian atau yang disebut 'kids jaman now'.

Hal tersebut yang diutarakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Himpunan Silaturrahmi Santri Nusantara atau Hissnu kabupaten/kota se Jatim di Pondok Pesantren At-Tauhid Sidosermo Surabaya, Minggu (12/11/2017).

"Tidak terkecuali, meski santri di era milenial ini tetap kekinian atau yang tren disebut santri kids zaman now. Saya yakin di pesantren itu sebagai tempat untuk memupuk terus jiwa nasionalisme itu di lingkungannya," tegas Khofifah.

Acara Hissnu bertema Membangun Ekonomi Santri Berbasis Nasionalisme. "Ini adalah bagian dari peran santri dan pesantren di dalam menjadi pagar NKRI. Nah, sekarang santri ini akan berproses pada pembangunan ekonomi dengan nafas nasionalisme," ujar Khofifah.

Spirit nasionalisme itu, lanjut Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama, harus terus dijaga di lingkungan pesantren dalam setiap aktivitasnya. "Apalagi pada santri-santri yang masuk kategori kids zaman now, santri anak muda, pasti mereka tetap memiliki ruh kesantrian, tapi juga gaul," ujar Khofifah.

Ketua PP Muslimat NU itu berharap dengan ruh kesantrian yang nasionalis itu, santri kids zaman now tidak mereduksi identitasnya sebagai santri ketika berinteraksi dengan masyarakat luas. "Santri akan tetap dengan ruh kesantriannya yang nasionalis," tandas Khofifah.

Diketahui dalam itu juga hadir ratusan kiai dan santri dari seluruh Jatim. Di antaranya pengasuh Pondok Pesantren At-Tauhid KH Mas Mansur, dan Pengasuh Pesantrem Tebu Ireng Jombang KH Salahuddin Wahid, dan Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim. [ito/suf]

Tag : pesantren

Komentar

?>