Kamis, 23 Nopember 2017

Solidaritas PGRI Eks Besuki Raya untuk Guru Honorer Jember

Kamis, 09 Nopember 2017 22:24:18 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Solidaritas PGRI Eks Besuki Raya untuk Guru Honorer Jember

Jember (beritajatim.com) - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Supriyono menyatakan, aksi solidaritas untuk guru dan pegawai tidak tetap (honorer) di daerah tersebut bisa muncul dari daerah lain.

Para guru dan pegawai honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Jember sempat melakukan aksi mogok kerja selama tiga hari, pada akhir Oktober 2017. Mereka mogok karena tidak segera diterbitkannya surat penugasan sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 dan surat keputusan guru tetap daerah oleh Bupati Faida. Padahal dua surat tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan para guru dan pegawai honorer.

Aksi mogok bisa kembali terjadi, jika kemudian tidak ada tindak lanjut verifikasi dan validasi. "Kami tetap berprasangka baik, karena SK bupati harga mati. Kalau memang ada niatan bahwa (proses verifikasi dan validasi) ini sekadar mengelabui, yang kami punyai hanya gerakan moral seperti mogok. Hanya itu yang bisa kami lakukan. Nanti akan ada gerakan solidaritas," kata Supriyono.

Supriyono mengatakan ada komunitas Forum Pengurus PGRI Kabupaten Se-Besuki Raya, yang terdiri atas beberapa kabupaten dan kota tetangga Jember. "Mereka sangat bagus solidaritasnya. Tatkala mereka dimintai bantuan solidaritas, tidak ada kesulitan. Saya pikir tidak ada masalah, karena semua satu tekad. Yang penting pendidikan baik. Kebaikan itu diawali dari bagaimana nasib guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap. Ini persoalan kemanusiaan yang jadi atensi kita bersama. Persoalan ini bukan persoalan guru, tapi pengabaian terhadap mereka yang punya posisi penting dalam proses pendidikan," katanya. [wir/suf] 

Tag : guru

Komentar

?>