Kamis, 23 Nopember 2017

Dispendik Jember Tak Hadiri Undangan Rapat Soal Guru Honorer

Rabu, 08 Nopember 2017 21:07:56 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Dispendik Jember Tak Hadiri Undangan Rapat Soal Guru Honorer

Jember (beritajatim.com) - Jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak menghadiri undangan rapat membahas persoalan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) Komisi D DPRD setempat, di gedung parlemen, Rabu (8/11/2017).

Rapat itu digelar menyusul telah terlewatinya tenggat dari DPRD Jember bagi Dispendik untuk menyelesaikan persoalan surat penugasan untuk guru dan pegawai honorer pada Jumat (3/11/2017). Sebelumnya, dalam rapat antara Komisi D, pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan perwakilan pemerintah daerah, Asisten III Pemkab Jember Joko Santoso menegaskan, dari awal bupati memiliki komitmen memenuhi janji kerja menyejahterakan PNS dan honorer. "Cuma ini by process. Kami pun sudah melaporkan, bahwa nantinya, mungkin beberapa hari ke depan ini, kita melihat schedule beliau, untuk menemui seluruh tenaga GTT dan PTT. Kita kumpulkan, bupati akan mengumpulkan, tanpa ditunggangi siapapun," katanya.

"Kalau sudah bisa dikumpulkan, itu sekaligus pendataan di sana. Sudah selesai nanti. Tinggal eksekusi surat penugasannya. Kan itu ada tahapan secara administrasi," kata Joko, Jumat (27/10/2017).

Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi kecewa dengan ketidakhadiran jajaran Dispendik. "Kemarin kami mengundang melalui bupati untuk menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan untuk membahas PTT dan GTT, yang kemarin kami rekomendasikan agar selesai dalam waktu satu minggu. Kami mengundang Dispendik untuk mengetahui sejauh mana permasalahan ini. Tapi alhamdulillah, tidak ada konfirmasi sama sekali. Ini yang membuat saya sangat kecewa," katanya.

Menurut Ayub, seharusnya eksekutif melayangkan surat resmi jika tidak bisa menghadiri undangan tersebut. "Kalau bersurat kan enak. Mungkin hari ini ada agenda yang memang sangat penting. Kami bisa menata lagi. Minimal kan kontak dengan kami," katanya.

Ayub mengaku sempat mengontak Pelaksana Harian Kepala Dispendik Jember Muhammad Ghozali. "Ternyata beliau tidak berani hadir, karena sudah tak menjabat pelaksana harian sejak Pak Bambang (Kepala Bambang Haryono) masuk (dari cuti besar)," katanya. Akhirnya rapat pun ditunda.

Ghozali saat dimintai konfirmasi via ponsel mengatakan, dirinya sudah tidak menjabat kepala dinas sejak 1 November 2017. "Panjenengan ini ketinggalan zaman," katanya, tertawa. Ia kini menjabat lagi sebagai Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dispendik. Sementara Bambang belum bisa dimintai konfirmasi. [wir/but]

Tag : guru

Komentar

?>