Sabtu, 18 Nopember 2017

Assesor BAN-PT Nilai STAI Al-Khairat Pamekasan Layak Jadi Institut

Minggu, 05 Nopember 2017 16:49:31 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Assesor BAN-PT Nilai STAI Al-Khairat Pamekasan Layak Jadi Institut

Pamekasan (beritajatim.com) - Assesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Akhmad Mujahidin menilai STAI Al-Khairat Pamekasan sangat layak untuk meningkatkan status menjadi institut.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Visitasi Alih Status yang digelar STAI Al-Khairat Pamekasan di auditorium kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan, Minggu (5/11/2017).

"Kami datang kesini karena mendapatkan amanah Diktis untuk silaturrahim dalam rangka memenuhi permintaan meningkatkan status dari ketua menjadi rektor (STAI menjadi Institut). Perguruan tinggi ini berdiri sejak 1989, dari 1 prodi (program studi) menjadi 10 prodi. Kami kira perencanaan sangat matang," kata Akhmad Mujahidin.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut memberikan peluang bagus dalam meningkatkan status. "Tidak banyak perguruan tinggi yang bisa memiliki 10 prodi, ini menunjukkan kami percaya ada 'tanda-tanda kehidupan' di kampus ini dan wajib naik kelas dari ketua menjadi rektor," ungkapnya.

"Tapi kedepan juga harus ada upaya lagi, yakni harus menjadi universitas. Prinsip kami, kalau ada yang serius dan ditunjang dengan berbagai komponen mempuni dari berbagai pihak kenapa tidak untuk dilakukan perubahan," imbuhnya.

Namun terdapat berbagai bidang yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan, di antaranya bidang ketenagaan atau kepangkatan. "Ini (kepangkatan) juga sangat penting, sebab tanpa ini akreditasi susah untuk dikembangkan. Termasuk juga dari aspek kepangkatan," tegasnya.

"Kami mengimbau kedepan harus ada rencana pengembangan karir pendidikan dosen, apalagi dalam hal ini antara dosen swasta dan dosen negeri tidak ada perbedaan," sambung pria yang akrab disapa Mujahid.

Dari itu pihaknya mengimbau agar pihak kampus memiliki rencana strategis (renstra) hingga lima tahun kedepan. "Selain renstra juga ada renot tiga tahun, triwulan, RPS dan lainnya. Kalau ini jalan, perguruan tinggi akan benar-benar menjadi perguruan tinggi dan bukan perguruan rendah," tegasnya. [pin/but]

Komentar

?>