Kamis, 23 Nopember 2017

Ketua PGRI Jember: Kami Khusnuzon kepada Bupati, Tapi...

Minggu, 29 Oktober 2017 20:31:39 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ketua PGRI Jember: Kami Khusnuzon kepada Bupati, Tapi...

Jember (beritajatim.com) - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Jember Supriyono memberikan kesempatan kepada Bupati Faida untuk menyelesaikan persoalan guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan.

Sebagaimana hasil pertemuan antara Komisi D, PGRI, dan perwakilan pemerintah kabupaten, di DPRD Jember, Jumat (27/10/2017) kemarin, semua pihak sepakat memberikan waktu kepada Bupati Faida selama sepekan untuk menyelesaikan persoalan belum diterbitkannya surat penugasan kepada para honorer.

"Kami bersyukur sudah ada titik terang, ada kesediaan pemerintah yang disampaikan melalui Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan, Asisten III, dan Kepala Bagian Hukum. Separuh perjalanan sudah terlampaui. Setelah SK ini kelar, berarti kami sudah tuntas menyampaikan aspirasi kawan-kawan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Supriyono.

Aksi unjuk rasa besar-besaran yang rencananya digelar Senin (30/10/2017) besok pun dibatalkan. "Kami memberi kesempatan kepada pemerintah, karena sudah ada komitmen. Saya yakin teman-teman memahami itu. Kegiatan mogok selesai, sampai menunggu surat penugasan bisa diterbitkan," kata Supriyono.

Bagaimana jika dalam waktu sepekan, surat penugasan itu belum juga terbit? PGRI memilih berbaik sangka kepada Bupati Faida. "Kami tidak suudzon (berburuk sangka). Kita lihat apakah ada komunikasi atau tidak. Saya akan selalu update informasi yang kami terima dari pemerintah. Harapan saya, tak ada dusta di antara kita," kata Supriyono.

PGRI kali ini dalam posisi menunggu dan tak akan proaktif untuk menagih surat itu kepada Bupati Faida. "Kami wait and see," kata Supriyono.

Guru dan pegawai honorer sempat mogok kerja selama tiga hari karena menuntut diterbitkannya surat penugasan dari bupati. Surat penugasan mutlak dibutuhkan agar mereka bisa menerima honor yang bersumber dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). [wir/suf]

Tag : guru

Komentar

?>