Kamis, 23 Nopember 2017

Tidak Mungkin Bupati Jember akan Menyengsarakan GTT

Minggu, 29 Oktober 2017 09:49:42 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tidak Mungkin Bupati Jember akan Menyengsarakan GTT
Guru GTT di Kabupaten Jember sedang mengadu ke DPRD setempat. [Foto: wirawan/bj.com]

Jember (beritajatim.com)--Wakil Bupati Abdul Muqit Arief percaya akan ada solusi bagi para guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Dinas Pendidikan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Guru dan pegawai honorer sempat mogok kerja selama tiga hari karena menuntut diterbitkannya surat penugasan dari bupati. Surat penugasan mutlak dibutuhkan agar mereka bisa menerima honor yang bersumber dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Muqit mengatakan, bupati berprinsip penuh kehati-hatian. "Yang jelas tidak mungkinlah bupati akan menyengsarakan GTT. Yang saya pahami, ini bentuk kehati-hatian. Jadi seandainya SK (penugasan) diturunkan, bupati enak, teman-teman GTT juga enak," katanya.

Menurut Muqit, bupati sudah melayangkan surat ke Pemerintah Pusat agar mendapat arahan terkait hal itu. Ia menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga belum mengeluarkan surat penugasan untuk GTT SMA dan SMK. "Kalau ada beberapa daerah yang sudah, itu kebijakan (masing-masing)," katanya. [air/wir]

Tag : guru jember

Komentar

?>