Selasa, 21 Nopember 2017

Kehebatan Indonesia yang Jarang Diketahui, Cholis Hamzah Mengungkapnya

Jum'at, 20 Oktober 2017 13:07:27 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Kehebatan Indonesia yang Jarang Diketahui, Cholis Hamzah Mengungkapnya

Surabaya (beritajatim.com) - Hasil kontemplasi diri selama hidup dan belajar di luar negeri, Drs.Ec.A.Cholis Hamzah, M.Sc. menulis  buku tentang 'Renungan tentang Inspirasi Bangsa'.

Buku yang berisikan 50 artikel atas berbagai pemikiran yang ditulisnya dari tahun 2012 itu, selain​ didedikasikan untuk almamater juga dipersembahkan untuk refleksi Sumpah Pemuda tahun ini.

Cholis Hamzah mengaku bahwa buku pertamanya yang berisi segala pengalaman mulai dari urusan pendidikan maupun kepentingan pekerjaan itu murni untuk kemajuan para pemuda yang ada di Indonesia.

"Memang ini buku pertama yang saya tulis, pada isi buku ini saya membahas tentang segala kehebatan Indonesia yang jarang diketahui dan dirasakan oleh semua orang, termasuk juga media yang ada di tanah air ini," ungkap Cholish Hamzah dalam bedah bukunya, Kamis (19/10/2017).

Pria lulusan prodi Pembangunan Fakultas Ekonomi (sekarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Unair itu mencoba mengungkapakan fakta-fakta ketangguhan Sumber daya manusia yang telah menghasilkan produk unggul serta karya inovasi bermanfaat untum bangsa maupun secara internasional.

"Sebenarnya orang-orang Indonesia ini banyak yang tangguh dan berprestasi di luar negeri. Saya dukung jika atas raihan prestasi itu diberikan penghargaan, kenapa itu dilakukan agar bisa memotivasi kembali dan bisa memantik prestasi lagi," terang Cholish Hamzah.

Ia mengatakan, memang kaitan inti memunculkan kehebatan SDM anak negeri itu, negara harus hadir serta didukung oleh peritaan media. Sehingga mereka memiliki kebanggaan sebagai anak bangsa.

"Era sekarang media memiliki andil dalam memberitakan hal-hal positif. Bukan justru yang sering menjadi jargon, bad news is good news. Seluruh bangsa termasuk media harusnya punya ideologi untuk ikut memajukan anak-anak bangsa," ujar Cholis.

Ia mengungkapkan, selain itu agar Indonesia lebih dikenal luas oleh dunia atas icon-icon yang dimiliki, pemerintah Indonesia bisa meniru pemerintah Korea. Dicontohkannya, K-pop pada peradapan musik tidak pernah ada namun setelah pemerintah Korea mewajibkan para duta besar untuk turut menyiarkan pula, genre itu akhirnya berkembang pesat di seluruh dunia.

"K-Pop menjadi sejarah menarik, karena sistem pemasaran yang bagus maka saat jni bisa menjadi virus bagi anak muda, disini saja sangat banyak yang menggandrungi. Harusnya icon kita sangat banyak dan bisalah untuk mengutip caranya dan memviralkan di mata asing," paparnya.

Bedah buku yang berlangsung di aula Amerta kampus C Unair juga menghadirkan empat pembicara. Di antaranya Cholis Hamzah selaku penulis buku, Brigjend TNI (Purn) Soebagijo, S.H., M.Hum, Akhyari Hananto Founder media Good News From Indonesia, Prof. Teddy Ontoseno, dengan moderator Iman Dwi Hartanto.

Akhyari Hananto mengajak peserta untuk memiliki pola pikir optimistik. Dari sekian banyak keprihatinan di negara ini, dia yakin bahwa masih banyak orang baik, pintar, dan taat beragama.

"Jangan sampai mereka lari dan pergi meninggalkan Indonesia. Artinya negara harus bisa memanagementnya," ujar Akhyari.

Pada kesempatan itu, ada beberapa peserta yang memberikan kritik untuk perbaikan buku Renungan tentang Inspirasi Bangsa. Salah seorang peserta dari Surabaya mengusulkan, ada edisi revisi buku dengan mencantumkan kapan tulisan dibuat, menambahkan index buku, penambahan gambar agar pembaca tidak bosan. Ia juga memberi saran agar format buku lebih diperkecil supaya lebih mudah untuk dibawa kemana-mana. [ito/but]

Tag : unair

Komentar

?>