Sabtu, 18 Nopember 2017

Quacquarelli Symonds Nyatakan Reputasi Unair Peringkat ke 171 Se-Asia

Rabu, 18 Oktober 2017 17:51:43 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Quacquarelli Symonds Nyatakan Reputasi Unair Peringkat ke 171 Se-Asia

Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga pemeringkatan perguruan tinggi Quacquarelli Symonds menyatakan Universitas Airlangga (Unair) memiliki reputasi terhitung tinggi di Asia dan layak mendapatkan peringkat terbaik dari kampus-kampus se Asia.

Pada rilis Asian University Ranking (QS AUR) yang diterima Unair Selasa (17/10), menjelaskan bahwa saat ini Unair menempati peringkat ke 171, naik 19 peringkat dari tahun sebelumnya yang berada pada posisi 190.

Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Unair Prof. Badri Munir Sukoco Ph.D, membenarkan rilis tersebut. Kendati demikian, menurutnya untuk meningkatkan kualitas dan prestasi yang lebih tinggi, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

“Unair ada lonjakan nilai di academic reputation. Akademic reputation Unair naik sejumlah 10 poin. Sayangnya, bobotnya hanya 30 persen. Untuk academic reputation ranking kita 95 di Asia. Yang jadi masalah adalah kinerja,” tutur Badri, Rabu (18/10/2017).

Pria yang baru saja dikukuhkan sebagai guru besar termuda Unair itu, menjelaskan. Penilaian QS AUR itu meliputi kinerja-kinerja yang telah dicapai oleh para dosen seperti jumlah paper yang dihasilkan, jumlah dosen yang telah menempuh studi S-3, serta jumlah mahasiswa asing yang belajar di Unair.

"Tahun 2014 silam, publikasi dosen yang tereindeks Scopus masih dalam angka 111. Namun, hingga 12 Oktober kemarin alhamdulillah telah mencapai 286. Selain itu, Paper per faculty, staf Ph.D, inbound student,” ujar dosen yang baru dikukuhkan sebagai profesor itu.

Selain itu, dalam pencapaian target terbesar lainnya. Ia menghimbau agar para dosen yang sedang menempuh studi S-3 agar segera lulus dan kembali mengabdi di kampus berwarna biru kuning itu.

"Sementara yang belum menempuh studi S-3, diharapkan untuk segera. Ia juga menghimbau agar alumni yang telah menempuh studi S-3 turut serta memberikan kuliah umum sebagai dosen tamu di UNAIR. Hal inipun memengaruhi penilaian pemeringkatan dari QS-AUR.

Meningkatkan publikasi, Badri memaparkan. Unair terhitung terlambat dalam menggenjot publikasi pada jurnal terindeks Scopus. Pasalnya, kampus-kampus lain sudah lebih dulu dalam melakukan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi ini.

Menyiasati poin Unair agar mendapatkan penialaian yang tinggi dalam bidang publikasi, Badri menyarankan agar para dosen menggandeng dosen dan akademisi lintas kampus bahkan lintas negara. Sebab menurutnya, saat ini dosen-dosen UNAIR masih melakukan penelitian bersama rekan sesama Unair.

“Kalau kita ikut yang kompetitif, misalnya hibah kerjasama luar negeri, penelitian strategis nasional (PSN), itu akan jauh lebih bagus. Karena kita bisa bekerjasama dengan peneliti dari negara lain, dan publikasi akan meningkat,” ungkapnya. (ito/ted)

Tag : unair

Komentar

?>