Sabtu, 18 Nopember 2017

Gubernur Soekarwo Gandeng Paguyuban Rektor PTN se-Jatim

Selasa, 17 Oktober 2017 20:00:16 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Gubernur Soekarwo Gandeng Paguyuban Rektor PTN se-Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur menggelar rapat kerja bersama Gubernur Jatim Soekarwo (Pakde Karwo) di Kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Lidah Wetan,  Surabaya Selasa (17/10/2017).

Tujuannya, membahas solusi bonus demografi Jatim yang mencapai 69,60 persen di tahun 2019.

Diketahui bosnus demografi adalah melimpahnya usia produktif yakni antara​ 15-64 tahun. Untuk itu, pengembangan SDM terutama pendidikan vokasi dalam mencetak tenaga kerja terampil, serta mengikis jumlah pengangguran ditahun yang sama.

Rektor Unesa Prof Warsono yang menjadi tuan rumah itu menuturkan, tiga tahun silam dalam forum yang sama, Pakde Karwo pernah menyampaikan gagasan Jawa Timur economic.

"Saya berharap untuk kali ini, Pakde bisa mengangkat konsep Jawa Timur Education Nomic," kata Warsono di hadapan para rektor.

Sementara Ketua Paguyuban yang juga Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan mengatakan, perlu ada sinergitas antara pemerintah daerah (pemda) Provinsi dengan perguruan tinggi menghadapi era Sustainable Development Goals (SDGs). "Mudah-mudahan konsep education nomic ini bisa terjadi terwujud di Jawa Timur. Dan pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu goal dari 17 goal di era SDGs," ungkap Hasan.

SDGs atau yang di-Indonesiakan berarti 'tujuan pembangunan berkelanjutan' berisi 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dalam dalam kurun waktu 15 tahun (2015-2030) dan dikeluarkan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia.

"Potensi perguruan tinggi untuk bersinergi dengan pemda melakukan pembangunan daerah hampir bisa masuk di seluruh goal SDGs. Lantaran keilmuan di perguruan tinggi sangat luas," terangnya.

Menurut Hasan, Jawa Timur menjadi contoh pembangunan daerah di Indonesia. Pada evaluasi era Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 lalu,  hampir di seluruh indikator melampui capaian nasional.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengingatkan, Jawa Timur bakal menghadapi bonus demografi pada tahun 2019. "Bonus demografi ini lebih cepat karena laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jatim hanya 0,59 di bawah nasional 1,03," jelasnya.

Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim, mengungkapakan untuk menghadapi bonus demografi dan tidak terjadinya middle income trap. Pihaknya tengah mematangkan strategi, salah satunya adalah menggembleng pendidikan vokasional dan juga SMK.

"Tenaga kerja terampil ini juga salah satu upaya menaikkan pendapatan per kapita masyarakat Jatim yang saat ini hanya sekitar 3.570 USD. Targetnya, tahun 2019 pendapatan per kapita Jatim sebesar 4.622 USD. Ini harus dipikirkan serius, bila tidak pendapatan ini bisa terus turun," urai Pakde Karwo.

Sebagai mentor, tambahnya. Pemprov akan menggandeng perguruan tinggi yanh ada di seluruh wilayah kerjanya. "Bila berkenan, nantinya kita akan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi, untuk menjadi mentor siswa SMK/SMA dalam pendidikan vokasional ini," harapnya.

Diketahui, rapat kerja ini dihadiri oleh 10 PTN Jatim anggota paguyuban. Di antaranya, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Jember, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel, dan Universitas Pembangunan Nasional. (ito/ted)

Tag : rektor

Komentar

?>