Selasa, 24 Oktober 2017

Hatta Ali Terpilih Aklamasi Pimpin MWA Unair 2017-2022

Rabu, 11 Oktober 2017 00:37:17 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Hatta Ali Terpilih Aklamasi Pimpin MWA Unair 2017-2022

Surabaya (beritajatim.com) - Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Prof. Dr. M. Hatta Ali, SH, MH, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Airlangga periode 2017-2022, dalam sidang MWA yang dipimpin Rektor Unair Prof. Dr. Moh Nasih, SE, di Kantor Mahkamah Agung RI di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Melalui surat elektronik yang diterima beritajatim.com, Selasa​ (10/10/2017) dijelaskan bahwa terdapat 18 suara yang hadir dan menyuarakan​ Hatta Ali untuk meraih ketua MWA. Dia menyisihkan dua kandidat lain yakni Menristek Moch Nasir dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Rektor Unair Prof Moh Nasih mengatakan, dengan terpilihnya Hatta Ali, selaku pimpinan universitas ia sangat berharap anggota dan kepengurusan MWA Unair periode mendatang dapat bekerja sama dalam kemajuan Universitas Airlangga.

"Dengan terpilihnya Pak Hatta Ali, semoga dapat membantu Unair memenuhi targat-target kedepan, seperti bisa masuk peringkat 500 perguruan tinggi dunia (WCU  world class university)," ungkap Prof Moh Nasih.

Ia menerangkan, Selain Hatta Ali, juga terdapat 21 anggota baru MWA Unair untuk masa bhakti 2017-2022. Diantaranya empat dari pejabat setingkat menteri.

"Selain Ketua MA Hatta Ali juga terdapat Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristek Moch Nasir, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat K.H Ma'ruf Amin, dan Dwi Soetjipto mantan Dirut Pertamina. Menristek yang mewakili unsur kementerian (Kemenristekdikti), mereka yang lain itu mewakili dari unsur masyarakat," terang Nasih.

Sementara itu, Ketua MWA baru, Prof. Hatta Ali, yang juga alumni FH Unair menyatakan terima kasih atas kepercayaan anggota yang memercayakan kepemimpinan MWA Unair ini kepadanya. Karena tantangan kedepan termasuk cukup berat, Hatta Ali berharap bisa saling bersinergi dan bekerja untuk mewujudkan semua harapan.

"Diluar itu, sebetulnya yang paling pantas untuk kita syukuri bahwa MWA Unair ini sudah berusia dua periode dengan hasil-hasil yang luar biasa, yang telah meletakkan dasar-dasar menuju kemajuan Unair. Kedepan kita akan menyempurnakan paraturan-peraturan di MWA kearah lebih maju lagi bagi universitas," kata Prof. Hatta Ali.

Terrpilihnya Hatta Ali maka akan menggantikan Sudi Silalahi sebagai ketua MWA Unair periode sejak 2006. Sedangkan Ketua MWA periode 2006-2016, Sudi Silalahi dalam paparan pertanggungjawabannya menyatakan bersyukur bahwa tantangan berat dalam periode pertama MWA unair itu dapat dilaluinya dengan baik.

Perjuangan berat tersebut karena tidak saja menghadapi tantangan dari luar, tetapi juga menghadapi tantangan dari dalam hingga sampai ke ranah hukum. "Hal itu sebuah masa yang cukup sulit, walau pun toh akhirnya bisa keluar Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2006 tentang Universitas Airlangga Badan Hukum Milik Negara (BHMN)," kata pria yang juga pernah menjabat Mensesneg RI itu.

Dalam periode berikutnya dari PP tersebut, perkembangannya yakni mendorong terwujudnya PP No. 30 tahun 2014 tentang statuta Universitas Airlangga menjasi PTN Badan Hukum (PTN-BH). Dan sem itu dinilai sebuah proses yang tidak mudah, sebuah gerak perkembangan statuta Unair yang terus berubah secara dinamis.

"Sebuah proses jalan panjang untuk menuju kemajuan Unair hingga saat ini. Untuk itu terima kasih kepada anggota MWA periode 2006 hingga 2016 atas kerjasama dan bhakti untuk kemajuan Unair," tandas Sudi Silalahi. [ito/suf]

Tag : unair

Komentar

?>