Kamis, 19 Oktober 2017

ITS dan Siemens Gelar Kompetisi Eksklusif Robotika Nasional

Rabu, 11 Oktober 2017 00:00:58 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
ITS dan Siemens Gelar Kompetisi Eksklusif Robotika Nasional

Surabaya (beritajatim.com) - PT Siemens Indonesia bekerjasama dengan Institut TeknoIogi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar kompetisi eksklusif robotika nasional bertajuk Siemens SciTech Competition, di gedung robotika ITS, Selasa (10/10/2017).

Kompetisi yang digelar dengan tujuan mendukung daya saing nasional dalam bidang otomasi industri itu diikuti 442 perserta dari SMA, SMK, dan universitas di Indonesia.

Kepala Otomasi Pabrik PT Siemens Indonesia, Pascal Dricot menjelaskan, kegiatan ini merupakan kompetisi nasional eksklusif yang diselenggarakan dua tahun sekali. Tujuannya adalah agar para pelajar dan mahasiswa mampu mengeksplorasi keterampilan di bidang otomasi industri.

"Sangat penting untuk membekali siswa dengan pengetahuan yang diperlukan di bidang otomasi industri. Menguasai otomasi industri akan menjadi kunci dalam mendorong daya saing industri nasional dan menguasai tren global," ucap Pascal.

Kenapa kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan mulai tingkat SMA-SMK hingga perguruan tinggi, pihaknya menyatakan ingin membagikan pengalaman kepada para peserta agar lebih terbuka dan mengetahui akan tantangan serta permasalahan yang akan dihadapi dunia industri masa mendatang.

"Kami sengaja memilih tantangan ke peserta seperti packaging, membuat otomasi produksi agar mereka kian terlatih dan tahu apa yang harus dikerjakan di dunia kerja nantinya," imbuh Pascal.

Ia menambahkan, pihaknya sengaja mengangkat tema otomasi robotika, karena untuk menggeser mainset yang saat ini masih melekat pada  masyarakat Indonesia bahwa robot itu masih berkutat pada robot permainan, robot pemadam api, dan lain sebagainya.

"Ketika kompetisi itu dilakukan maka peserta yang pantas mengikuti adalah tingkat SMP ataupun sekolah dasar, kalau sudah tingkat menengah ke atas harusnya sudah bisa memberikan solusi dalam tantangan otomasi industri," paparnya.

Dekan Fakultas Vokasi ITS Sigit Darmawan mengatakan, kegiatan ini merupakan moment sharing technology yang jarang didapatkan, terlebih yang menyelenggarakan adalah salah satu perusahaan industri terbesar dunia yang bergerak di bidang produk listrik dan elektronik.

"Kegiatan semacam ini sangat kami dukung karena selain untuk meningkatkan pengalaman, tujuan lainnya yakni mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari di bangku kuliah dan sekolah. Terlebih untuk pendidikan vokasi 60 persennya adalah praktik. Kami berharap dengan begini anak-anak bisa paham tantangan dunia industri dan mampu menjawabnya dengan tepat," ulasnya.

Ia mengungkapkan, para peraih juara dalam kompetisi ini bisa melanjutkan kuliah di Fakultas Vokasi ITS tanpa harus menjalani tes. "Pemenang 1,2,3 di ajang ini nantinya akan dapat free pass di Fakultas Vokasi ITS. Namjn tetap mengikuti tes dengan catatan hanya sebagai formalitas saja," terang Sigit.

Sementara itu, Jevta Marihot P dan Rivaldy H salah satu peserta yang tergabung dalan tim bernama Oneboy, telah maju dalam babak semifinal dan pada babak lanjutan itu, para peserta diminta membuat simulasi program robot mesin pembuat kopi susu.

Ia mengakui bahwa tantangan pada semifina lebih berat, dari pada babak sebelumnya yang hanya membuat simulasi packaging produk.

"Ini tahap semifinal, kami diminta untuk membuat logika pada mesin pembuat kopi susu. Kami membuat simulasi agar pelanggan cuma meletakkan gelas saja dan memilih minuman yang ingin mereka minum," kata Jevta.

Ia menambahkan, jika pelanggan ingin membuat kopi susu maka gelas akan digeser ke arah kanan, kalu bergeser ke arah kiri. Dengan seiring lama waktu bergesernya gelas maka timnya​ harus memperkirakan tinggi volume cairan yang sudah dituangkan.

"Dalam hal itu, kita harus lebih teliti. Terlebih cairan yang dituangkannya, jangan sampai ada pengkodean yang salah malah programnya tidak akan berjalan. Dan akan di ujicoba di babak final," urai Jevta.

Dalam ujicoba, tambahnya, akan diujicobakan ke alat milik Siemens bernama TIA Portal Version 14 yang merupakan alat digit otomasi canggih sekaligus sistem kontrol efektif dan efisien dari Siemens. "Kalau simulasi programnya jalan berarti berhasil," tandas Jevta. [ito/suf]

Tag : its robotika

Komentar

?>