Selasa, 24 Oktober 2017

587 Warga Sumenep Sakit Jiwa, 27 Dipasung

Selasa, 10 Oktober 2017 13:16:13 WIB
Reporter : Temmy P.
587 Warga Sumenep Sakit Jiwa, 27 Dipasung

Sumenep (beritajatim.com) - Hari ini, 10 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day).

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Sumenep, tercatat sebanyak 587 warga Sumenep mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan 27 diantaranya terpaksa harus dipasung.

"Jumlah pasien penyakit jiwa di Sumenep selama tahun 2017 tercatat 587 orang. Mereka tersebar di 27 kecamatan, baik wilayah daratan maupun kepulauan," kata Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (PTM dan Keswa), Bidang Pencegahan Penyakit (PP), Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Laos Susantina. Selasa (10/10/2017).

Ia menjelaskan, dari ratusan pasien penyakit jiwa tersebut, sebagian besar berusia 30-45 tahun. Gangguan kejiwaan itu mayoritas disebabkan oleh faktor ekonomi, selain juga faktor genetik.

"Beberapa pasien penyakit jiwa ini memang karena faktor keturunan, dipicu masalah perekonomian. Kemudian diperparah dengan masalah keluarga dan lingkungan. Ini yang menyebabkan terjadinya gangguan kejiwaan," paparnya.

Selain itu, terang Laos, sebagian pasien penyakit jiwa juga disebabkan ketergantungan obat-obatan 'NAPZA' (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif).

"Tidak ada kesadaran pihak keluarga untuk merehabilitasi anggota keluarganya yang mengalami ketergantungan obat. Karena dibiarkan, akhirnya bisa jatuh pada gangguan kejiwaan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari ratusan pasien penyakit jiwa tersebut, 27 diantaranya terpaksa dipasung karena dianggap membahayakan diri sendiri dan lingkungan.

"Jumlah pasien yang dipasung tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Tahun lalu jumlah pasien yg dipasung 40 orang. Tahun ini, pasien penyakit jiwa yang dipasung itu terbanyak berada di Kecamatan Batang-batang. ," ujarnya.

Menurut Laos, penanganan pasien penyakit jiwa tersebut dilakukan oleh tim medis di masing-masing Puskesmas, dibawah pengawasan dokter spesialis kejiwaan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr H. Moh Anwar Sumenep.

"Tim yang menangani pengobatan pasien gangguan jiwa tidak hanya menunggu di Puskesmas. Sebagian besar justru jemput bola dengan mendatangi pasien secara berkala, untuk melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan obat-obatan," jelasnya. (tem/ted)

Tag : sakit jiwa

Komentar

?>