Selasa, 24 Oktober 2017

Ketua PWI Pamekasan Berbagi Ilmu Jurnalistik di Pesantren Bata-Bata

Minggu, 08 Oktober 2017 17:59:28 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ketua PWI Pamekasan Berbagi Ilmu Jurnalistik di Pesantren Bata-Bata

Pamekasan (beritajatim.com) - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Abd Aziz berbagi ilmu jurnalistik bagi ratusan santri peserta Sekolah Jurnalistik Ke-5 yang digelar Lembaga Jurnalistik Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Minggu (8/10/2017).

Pada kesempatan itu, Abd Aziz menyajikan materi seputar pedoman dasar dalam penggunaan bahasa yang baik atau yang biasa disebut kaidah bahasa Indonesia (EYD) dalam bahasa jurnalistik.

"Pembahasan ini kami fokuskan pada kesalahan yang sering terlihat dalam penulisan EYD, khususnya untuk penulisan berita. Meliputi penulisan huruf kapital, huruf miring, kata turunan, gabungan kata, singkatan, akronim, angka dan sejenisnya," kata Abd Aziz.

Bahkan pihaknya juga menbahas secara gamblang penulisan berdasar EYD yang baik dan benar. "Seringkali kita temukan penulisan berita yang tidak sesuai dengan EYD. Salah satunya penulisan huruf kapital, semestinya kita harus mengetahui mana yang harus ditulis kapital dan mana yang tidak. Sehingga tidak terjadi kerancuan," ungkapnya.

"Semisal huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau pengganti orang tertentu, termasuk juga nama instansi atau tempat. Seperti Departemen Pendidikan Nasional, Bupati Pamekasan atau Presiden Joko Widodo," imbuhnya.

Namun dari contoh tersebut, huruf kapital tidak tidak digunakan sebagai huruf pertama nama jabatan atau instansi yang tidak diikuti nama orang atau tempat. "Hal ini menunjukkan bahwa bahasa jurnalistik merupakan bahasa demokratis, seperti: Setiap daerah dipimpin oleh bupati. Kata bupati tidak menggunakan huruf kapital karena tidak diikuti nama orang," jelasnya.

"Memang selama ini beberapa penulisan di berbagai media sudah tertulis dengan baik, tapi sebagian masih belum benar berdasar EYD dalam bahasa jurnalistik. Sehingga materi ini sangat penting untuk dipahami dan dikembangkan, sehingga tidak terjadi kerancuan dalam membaca," bebernya.

Selain itu pihaknya berharap agar peserta Sekolah Jurnalistik Pesantren Bata-Bata bisa memahami secara gamblang seputar materi yang disampaikan. "Kami berharap mereka bisa memahami isi materi EYD ini, terlebih materi ini merupakan hal penting untuk dipahami," harap Wartawan LBKN Antara Jawa Timur itu.

"Tentunya kami juga berharap agar para peserta bisa mengetahui sekaligus bisa mengembangkan diri untuk memahami materi EYD, karena materi ini tidak jauh berbeda dengan teknis penulisan ilmiah. Sekalipun terdapat perbedaan yang tipis," pungkasnya. [pin/kun]

Komentar

?>