Sabtu, 18 Nopember 2017

Antisipasi Sungai Penuh Sampah, Warga Bangsal Budidaya Ikan

Jum'at, 29 September 2017 09:17:47 WIB
Reporter : Misti P.
Antisipasi Sungai Penuh Sampah, Warga Bangsal Budidaya Ikan

Mojokerto (beritajatim.com) - Sungai yang mengalir di Dusun Kauman, Desa Bangsal, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto dijadikan warga sebagai tempat budidaya berbagai macam jenis ikan. Tujuannya tidak lain yakni untuk mengantisipasi sungai agar bersih dari sampah.

Sepanjang sungai yang membelah di tengah pemukiman warga yang merupakan anak sungai dari Kali Gede tersebut mengalir dari perbatasan Desa Puloniti dan Desa Bangsal. Di dalam sungai selebar 2 meter itu hidup ribuan ikan dari berbagai jenis hasil budidaya yang dilakukan warga sejak 2007 lalu.

Salah satu warga, Budiono mengatakan, ide tersebut berawal dari inisatif pemuda setempat untuk menanggulangi masalah kebersihan sungai. "Karena banyak warga yang membuang sampah ke sungai. Kemudian warga bersama-sama mengelola ikan secara swadaya," ungkapnya, Jumat (29/9/2017).

Masih kata Budiono, pertama kali ikan hanya dipelihara di satu blok sungai saja. Namun ide tersebut disambut baik oleh warga sekitar sehingga saat ini tak kurang dari 700 meter sungai di Dusun Kauman RT 05/RW 01dan RT 06/ RW 01 tersebut dihuni berbagai jenis ikan. Seperti ikan nila, tombro, bawal dan gurame.

"Jenis ikan yang dipilih merupakan ikan yang dinilai mampu bertahan hidup dalam derasnya arus. Pemeliharaannya juga tidak sulit karena warga hanya memberi pakan saat masa pembibitan saja. Setelah usia 1-2 bulan, ikan-ikan tersebut akan mencari makan sendiri di sungai," jelasnya.

Alhasil, lanjut Budiono, saat ini warga tak lagi membuang sampah ke sungai sehingga aliran sungai menjadi jernih dan tanpa ada sampah yang mengotori. Bahkan, tegas Budiono, warga membuat kesepakatan bagi warga yang membuang sampah di sungai akan didenda.

"Selain membuat sungai tidak dipenuhi sampah, juga ada keuntungan yang didapat. Karena hasil panen ikan setiap 1-2 bulan dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan desa yang dikelola para pemuda yang tergabung dalam Paguyuban Sami Rukun. Kita juga berharap, ini menjadi daya tarik tersendiri desa kita," tuturnya. [tin/suf]

Komentar

?>