Jum'at, 15 Desember 2017

Abdulkadir Baraja Terima Gelar Honoris Causa Pertama Unesa

Selasa, 26 September 2017 23:50:16 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Abdulkadir Baraja Terima Gelar Honoris Causa Pertama Unesa

Surabaya (beritajatim.com) - Meski tergolong sebagai kampus besar dan berjasa dalam hal mendukung dunia pendidikan, ternyata Universitas Negeri Surabaya (Unesa) baru pertama memberikan gelar doktor kehormatan atau Honoris Causa.

Tidak ingin tertinggal dengan Universitas lainnya dan masih dalam serangkaian peringatan Dies Natalis Unesa ke-53, untuk pertama kalinya Unesa menganugerahkan gelar doktor Honoris Causa kepada Ketua Yayasan Pendidikan Al Hikmah Surabaya, Ir. Abdulkadir Baraja dalam bidang manajemen pendidikan.

Penganugerahan gelar doktor kehormatan pertama oleh Unesa ini didapatkan oleh pria yang juga sebagai ketua pengurus Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) itu atas jasa prestasi dan pengabdian dalam mengembangkan pendidikan di Jawa Timur serta Indonesia.

Dalam pidato ilmiahnya, Abdulkadir dalam rapat senat terbuka yang berlangsung di Auditorium, Rektorat Unesa Lidah Wetan Selasa (26/9/2017) mengungkapkan tentang peran guru sebagai operator pendidikan sehingga guru harus berkualitas. karena Kualitas guru ini demi sebuah mega proyek yang memiliki risiko yang sangat tinggi yakni mendidik anak bangsa yang berkualitas dan bermartabat.

"Karena itu ada empat hal untuk menciptakan guru berkualitas yakni guru harus terhormat, amanah, cerdas dan berkompetensi. Dalam praktiknya Al Hikmah membiayai setiap guru dengan program beasiswa penuh agar memiliki kualitas dan tidak berhenti untuk belajar," papar Abdulkadir Baraja.

Rektor Unesa, Prof. Dr. Warsono, M.S, mengatakan, penganugerahan ini melalui proses yang panjang, hampir dua tahun dari lima tahun perkenalan Unesa dengan Abdulkadir Baraja. "Pak Abbdulkadir Baraja sempat ragu. Apa saya pantas? Kami anggap Pak Abdulkadir sangat pantas. Ini pemberian kami bukan karena Bapak Abdulkadir Baraja yang minta," ujar Prof. Warsono.

Prof Warsono menjelaskan Doktor (Dr) Honoris Causa ini memang berbeda dengan Doktor S3 produksi kampus. Proses S3 di kampus diuji oleh dosen namun kalau Doktor Honoris Causa diuji oleh masyarakat. Doktor Honoris Causa ini bukan dilihat dari yuridisnya tapi karena hasil kerja nyata. "Doktor Honoris Causa bukan sengaja ingin menjadi doktor. Ini penilaian dari pengabdian di dunia pendidikan," tandasnya.

Rektor mengungkapkan, Abdulkadir sudah memberikan hal besar dengan pemikiran yang cerdas di dunia pendidikan. "Beliau sudah mendedikasikan hidupnya untuk dunia pendidikan. Makanya, Unesa berani memberikan gelar Doktor Honoris Causa pertama kali buat beliau," tukasnya.

Hadir dalam penganugerahan itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah.

Gus Solah juga memberikan apresiasi atas anugerah Doktor Honoris Causa kepada Abdulkadir Baraja ini. Menurutnya Unesa telah memberikan gelar doktor kehormatan kepada orang yang tepat.

"Peran Abdulkadir Baraja dalam konsorsium Pendidikan Islam juga sangat besar. Kami banyak dibantu, terutama dalam pelatihan dan pengembangan kemampuan guru kami. Salut buat Unesa yang sudah memberikan anugerah ini pada orang yang tepat," kata Gus Sholah sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mantan menteri Pendidikan Anies Baswedan mengatakan, Abdulkadir Baraja sudah mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan. Menurutnya, Abdulkadir adalah seorang dengan Islam yang sangat kuat dan orang yang progresif alam menyerap ilmu pengetahuan.

"Beliau pendidik dan entrepreneur. Beliau berkarya tidak hanya di depan kelas namun di luar kelas," ungkap Gubernur DKI Jakarta terpilih ini.

"Beliau pernah berkata, Al Hikmah tidak akan buka cabang. Silahkan dari daerah-daerah kalau ingin berguru dan belajar tentang manajemen sekolah kepada Al Hikmah. Beliau luar biasa," imbuh Anis. [ito/suf]

Tag : unesa

Komentar

?>