Kamis, 23 Nopember 2017

Ini Masukan Bagi Prodi ESY STAI Al-Khairat Pamekasan dari Asesor

Minggu, 17 September 2017 14:06:21 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ini Masukan Bagi Prodi ESY STAI Al-Khairat Pamekasan dari Asesor

Pamekasan (beritajatim.com) - Ketua Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah STAI Al-Khairat Pamekasan Aang Kunaifi mengaku banyak masukan dari asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) saat visitasi, Jum'at (16/9/2017) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, dua asesor dari BAN-BT Abdul Rahman dan Hikmah Endraswati melakukan verifikasi borang yang diajukan Prodi Ekonomi Syariah (ESY) hingga 10 jam lebih di kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan.

"Alhamdulillah, secara umum visitasi berjalan lancar dan diakui asesor 90 persen laporan borang sesuai dengan dokumen dan fakta di lapangan. Sehingga prodi ini dipastikan akan terakreditasi tahun ini," kata Ketua Prodi Ekonomi Syariah Aang Kunaifi, Minggu (17/9/2017).

Diakuinya, akreditasi sudah menjadi keharusan bagi lembaga yang dipimpinnya. Sebab Prodi Ekonomi Syariah akan menghasilkan lulusan sebanyak 85 mahasiswa calon Sarjana Ekonomi (SE) pada 2018 mendatang.

"Dengan akreditasi yang akan kita peroleh nanti, tentunya kita berharap Sarjana Ekonomi (SE) yang dihasilkan STAI Al-Khairat Pamekasan memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik," ungkapnya.

Pihaknya menilai proses akreditasi memberikan banyak manfaat dan berbagai masukan konstruktif demi pengembangan institusi. Khususnya bagi Prodi Ekonomi Syariah. "Jadi banyak masukan dari tim asesor saat visitasi kemarin, terutama fasilitas lab (laboratorium), komputer dan internet," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendapatkan masukan lain dari sektor penelitian dan pengabdian masyarakat. Sebab hal itu juga menjadi salah satu faktor penunjang dalam proses akreditasi. "Dosen masih minim dalam penelitian dan pengabdian, dan mahasiswa juga harus lebih banyak dilibatkan dalam penelitian," jelasnya.

Tidak hanya itu, para dosen juga dituntut untuk aktif dan berkiprah di berbagai lembaga atau organisasi masyarakat (ormas) sebagai salah satu bentuk proses pengabdian masyarakat. "Berkiprah di ormas dan lainnya dilanjutkan, tentunya harus dibuktikan dengan SK sebagai pengurus. Itu intepretasi kepemimpinan publik versi BAN-PT," sambing pria yang akrab disapa Aang.

"Bahkan para dosen yang berkecimpung di berbagai (pendampingan) lembaga kemasyarakatan juga diperkenankan, hal itu termasuk kontribusi keilmuan di masyarakat. Tapi harus ada bukti tertulis berupa SK," jelas pria yang akrab disapa Aang.

Dalam proses visitasi tersebut, tim asesor juga mencocokkan data borang institusi dengan borang prodi. Termasuk juga kegiatan survie guna mengecek sejumlah fasilitas dan layanan kampus yang mengusung branding karakter, kompeten dan interprenership. [pin/kun]

Komentar

?>