Kamis, 23 Nopember 2017

Pembangunan MAN IC di Pasuruan Akhirnya Dimulai

Kamis, 14 September 2017 17:28:17 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Pembangunan MAN IC di Pasuruan Akhirnya Dimulai

Pasuruan (beritajatim.com) - Pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Kabupaten Pasuruan, akhirnya dimulai.

Dimulainya pembangunan madrasah berbasis internasional tersebut ditandai dengan ground breaking atau peletakan batu pertama oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, dan diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur, Samsul Bahri.

MAN IC ini dibangun di lahan seluas 900 hektar yang terletak di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

MAN IC ini merupakan satu-satunya di Jawa Timur, dan hanya ada beberapa daerah di Indonesia yang dibangunkan sekolah madrasah bertaraf internasional tersebut.

Rencana pembangunan MAN IC ini sejatinya sudah lama, namun karena banyaknya kendala sehingga akhirnya baru hari ini mulai dilaksanakan pembangunannya.

Untuk mendukung pembangunan MAN IC tersebut, Pemkab Pasuruan telah menghibahkan tanah seluas 90.040 meter persegi, yang sebelumnya telah melalui proses penyerahan asset tahap pertama, kedua dan terakhir.

Pada tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2014 dengan penghapusan hak atas tanah milik Pemkab Pasuruan seluas 68.602 meter persegi, kemudian tahap kedua seluas 89.497 meter persegi, dan penandatanganan berita serah terima kepemilikan seluas 90.040 meter persegi.

"Penetapan lokasi MAN IC di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati ini, tak lain sebagai bagian untuk menekan disparitas wilayah antara barat dan timur, sesuai dengan fokus pembangunan tahun keempat (tahun 2017), yakni pemerataan investasi guna menekan disparitas wilayah," ujar Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat ditemui beritajatim.com seusai acara, Kamis (14/9/2017).

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, As’adul Anam menambahkan, untuk tahun ini, pembangunan tahap pertama difokuskan untuk 8 ruang kelas baru. Yakni, untuk kelas X yang menelan anggaran sebesar Rp 3,5 Milyar. Anggaran tersebut berasal dari DIPA Kementerian Agama RI, dan dikawal penuh oleh Dinas PU Jatim.

"Kami berharap pembangunan ini dikawal oleh Dinas PU Kabupaten Pasuruan, dan kami juga melakukan MoU pengawalan pembangunan dengan Kejaksaan Negeri Bangil dan TP4D," pungkasnya. (oci/ted)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>