Sabtu, 18 Nopember 2017

RS Terapung Unair Siap Layani Kesehatan Masyarakat Kepulauan

Selasa, 12 September 2017 00:07:06 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
RS Terapung Unair Siap Layani Kesehatan Masyarakat Kepulauan

Surabaya (beritajatim.com) - Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga besutan Alumni Universitas Airlangga siap melayani kesehatan masyarakat yang ada di pelosok kepulauan terluar dan terpencil di Indonesia dalam waktu dekat ini.

Hal ini terbukti proses pengerjaan Kapal Pinisi berukuran panjang 27 meter dan lebar 7,2 meter yang akan digunakan untuk rumah sakit apung telah rampung. Saat ini RST sedang berlayar ke dermaga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk dilengkapi dengan peralatan medis.

Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes., Pengurus Yayasan Ksatria Medika Airlangga atau pengelola RST Ksatria Airlangga menuturkan, diluncurkannya RS Terapung Ksatria Airlangga ini sebagai tanda bakti alumni kepada Unair dan juga masyarakat Indonesia dalam membantu mengurangi kesenjangan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kepulauan terluar dan terpencil.

"Semoga berlayarnya kapal Pinisi ke Surabaya berjalan lancar. Sabtu kemarin kapal sudah rampung dikerjakan di sebuah galangan phinisi di Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kemudian resmi dilayarkan dan meluncur lancar menuju Kota Surabaya," ungkapnya.

Sebelum di luncurkan ke Surabaya, juga telah dilakukan uji coba untuk mengetahui ketangguhan kapal yang menghabiskan biaya biaya sekitar Rp 5 milyar itu.

"Sekitar satu bulan lalu juga dilakukan uji coba layar di perairan sekitar kawasan produksi kapal khas Bugis itu. Hendaknya alumni Unair patut berbangga karena RST ini merupakan pertama di dunia yang dimiliki oleh alumni perguruan tinggi. Dan akan digunakan untuk membaktikan diri pada pelayanan kesehatan serta pengabdian masyarakat," harapnya.

Agus Hariyanto, dr., SpB., alumni FK Unair sekaligus penggagas ide awal RST ini juga membenarkan terkait uji coba dan peluncuran. Namun dokter spesialis bedah yang berdinas di kawasan kepulauan di Maluku Utara ini tidak berani mengungkapkan kapan sampainya kapal di dermaga Tanjung Perak Surabaya.

"Saya tidak berani memberi perkiraan berapa lama dan kapan sampai di Surabaya, nanti saja saya kabari," kata Agus Hariyanto,

Alumni PPDS FK UNAIR 2006 ini mengungkapakan, saat ini kapal pinisi akan berlayar dengan tema Unair Goes to Island 2018. "Saya berharap selain pelayanan untuk pengabdian medis, sekaligus bisa dimanfaatkan untuk bikin observational research dengan goal memiliki data base tentang kesehatan maritim di pulau-pulau di Provinsi Jawa Timur," paparnya.

"Saya kira ini sangat terbuka bagi adik-adik peneliti untuk bergabung mengerjakan riset itu, atau bikin riset sendiri dengan mengikuti pelayaran kapal RST ini," imbuhnya. [ito/suf]

Tag : unair

Komentar

?>