Selasa, 16 Oktober 2018

Kepatuhan Bayar Iuran Rendah

Tunggakan BPJS Warga Malang Capai Rp 22 Miliar

Selasa, 29 Agustus 2017 21:15:41 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Tunggakan BPJS Warga Malang Capai Rp 22 Miliar

Malang (beritajatim.com) - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hendry Wahjuni menyebut bahwa jumlah warga Malang Raya yang tergabung dalam kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah mencapai 50 persen lebih. Namun, kepatuhan dalam membayar iuran masih rendah.

Dari data BPJS hingga semester pertama tahun 2017, jumlah tunggakannya mencapai Rp 22 Miliar. Tunggakan terbesar didominasi oleh peserta di kelas III, dengan jumlah tunggakan sebesar Rp 9 Miliar.

"Kemudian disusul peserta dari kelas I dengan tunggakan Rp 7 Miliar, dan kelas II dengan jumlah tunggakan Rp 6 Miliar. Mayoritas peserta kelas III yang banyak menunggak, kemungkinan peserta mandiri,” kata Hendry, Selasa (29/8/2017).

Meski menunggak hingga Rp22 miliar namun tunggakan tidak berdampak pada pelayanan kesehatan oleh faskes pada peserta. Tunggakan membuat defisit yang dialami BPJS Kesehatan semakin besar.

"Di tahun 2016 misalnya, nilai yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan Cabang Malang ke rumah sakit mencapai Rp 1,1 Triliun, namun iuran yang masuk hanya sekitar Rp 500 Miliar," imbuhnya.

Menurutnya klaim ke fasilitas kesehatan harus dibayar tepat waktu. Sebab jika banyak peserta yang menunggak iuran, akhirnya membuat defisit. "Selama ini defisit ditutup oleh pemerintah, tetapi sampai kapan pemerintah mampu menutupi kekurangan ini,” ucapnya.

Saat ini, BPJS Kesehatan menghimbau peserta agar membayar iurannya secara tepat waktu, sehingga tidak terjadi defisit. Apalagi bagi peserta yang terlambat membayar hingga satu bulan, maka kartunya otomatis dinonaktifkan.

“Jika peserta telah melunasi tunggakan, maka kartunya bisa kembali aktif,” tandasnya. [luc/but]

Komentar

?>