Rabu, 23 Mei 2018

Kaum Ibu Berharap Ada Perda ASI di Jember

Senin, 28 Agustus 2017 17:45:03 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kaum Ibu Berharap Ada Perda ASI di Jember

Jember (beritajatim.com) - Pendiri Komunitas Ibu Alami Enita Retno Dewi berharap agar Pemerintah dan DPRD Kabupaten Jember menerbitkan peraturan daerah yang melindungi ibu menyusui dan memperkuat gerakan kultural air susu ibu (ASI).

Perda tersebut memberikan ruang kepada para ibu untuk cuti melahirkan dalam jangka waktu lebih lama. "Cuti melahirkan bagi ibu pekerja selama ini maksimal tiga bulan. Itu pun sebelum dan sesudah melahirkan. Di Aceh, kalau tidak salah sudah diberikan cuti enam bulan, sehingga bayi bisa diberikan ASI eksklusif. Kalau bisa cuti melahirkan jangka waktunya lebih panjang lagi agar ibu bisa intensif meneteki bayinya," kata Enita.

Selain itu, perda ini mengatur agar di semua instansi negeri dan perusahaan swasta maupun tempat umum disediakan pojok laktasi atau lokasi tempat sang ibu mendapatkan privasi untuk memerah susu. Saat ini tidak semua fasilitas umum dan pekerjaan memilikinya. "Ada yang punya, tapi kondisinya tidak terawat," kata Enita.

"Bahkan tidak semua rumah sakit punya pojok laktasi. Fasilitas kesehatan sendiri belum tentu mendukung. Harapan ketiga, kami ingin semua sadar bahwa pemberian ASI itu hak setiap orang. Jadi semua orang membantu, misalkan di tempat kerja memberikan waktu luang untuk 'pumping' (memerah ASI), karena saat bekerja pun kami harus menyediakan ASI untuk dibawa pulang," kata Enita.

Enita dan beberapa orang perempuan yang peduli dengan isu ini kemudian merintis pendirian Komunitas Ibu Alami sejak 2012 dan diresmikan pada 30 Juli 2017. Komunitas ini beranggotakan ibu dari berbagai macam profesi. Mereka bersatu agar bisa memberdayakan diri sendiri dan mampu menjalani seribu hari pertama kehidupan proses kehamilan hingga melahirkan secara alamiah.

"Komunitas kami non profit dan sepenuhnya sosial. Kami bergerak ke wilayah-wilayah, merangkul bidan-bidan, berkoordinasi melakukan edukasi. Saat ini keanggotaan kami ada 91 orang," kata Enita. [wir/but]

Tag : kesehatan

Komentar

?>