Kamis, 16 Agustus 2018

Utamakan Profit, Sebagian Dokter dan Bidan di Jember Belum Pro ASI

Senin, 28 Agustus 2017 17:34:07 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Utamakan Profit, Sebagian Dokter dan Bidan di Jember Belum Pro ASI

Jember (beritajatim.com) - Sebagian dokter dan bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan di Kabupaten Jember belum mendukung keinginan ibu untuk menyusui usai persalinan. Gara-gara tidak mendapat profit.

"Tenaga kesehatan belum banyak yang pro ASI. Fasilitas kesehatannya pun tidak semua pro ASI. Mereka lebih memilih instan (memberikan susu formula kepada bayi pertama kali begitu proses persalinan selesai, red)," kata Pendiri Komunitas Ibu Alami Enita Retno Dewi.

Membiasakan ibu dan bayi dengan ASI setelah bersalin memang membutuhkan ketelatenan. "Memang susah, tidak instan. Sementara fasilitas kesehatan hanya beberapa yang pro-ASI. Itu problemnya. Fasilitas kesehatan tidak pro, pengetahuan (ibu) kurang, dan tenaga kesehatan memilih keuntungan mendapatkan keuntungan dari produk susu formula," kata Enita.

Menurut Enita, saat ibu yang baru melahirkan langsung menyusui sang bayi, tenaga dan fasilitas kesehatan tidak memperoleh profit. "Tapi keuntungan jangka panjang harus dipikirkan. Sepintas ASI susah, karena cara mengedukasi pasien harus berkesinambungan. ASI dipengaruhi suami dan keluarga. Kalau satu tidak mendukung, ASI akan gagal," katanya.

Padahal, lanjut perempuan berjilbab ini, nutrisi terbaik bagi bayi adalah ASI, terutama untuk membentuk kekebalan tubuh. "Dalam jangka panjang, bayi-bayi yang mendapatkan ASI pasti jarang sakit, kebal terhadap virus dan penyakit. Tumbuh kembangnya pun lebih bagus," kata Enita. [wir/but]

Tag : kesehatan

Komentar

?>