Sabtu, 23 September 2017

Diskusi Gerakan Cerdas Bermedsos

Mendesak Penerapan Adab Medsos

Sabtu, 19 Agustus 2017 21:15:36 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Mendesak Penerapan Adab Medsos
Kegiatan diskusi tentang hoax di Kota Surabaya. [Foto: Tito/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Gerakan cerdas bermedia sosial di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univeritas Bhayangkara Surabaya yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan menggelar diskusi buku "turn back hoax". Buku ini karya 11 dosen Ilmu Komunikasi yang tergabung Aspikom Jatim.

Selain menghadirkan pembahas dari Aspikom dan Ubhara, pada diskusi yang diadakan di Kampung Ilmu di Jalan Semarang Surabaya, Sabtu (19/8/2017) itu, juga menghadirkan dosen Ilmu Komunikasi dari berbagai kampus, seperti Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universtias Negeri Surabaya (Unesa) dan mahasiswa dan juga pengunjung Kampung Ilmu.

M.Fadeli, Dosen Ilmu Komunikasi Ubhara Surabaya mengungkapkan gerakan yang digagas mahasiswa Ubhara ini merupakan sebuah langkah tepat. Pasalnya, di tengah perkembangan era digitalisasi ini perlu kiranya para pengguna media sosial mengetahui tentang adab bermedia sosial.

"Saat ini ancaman terberat atau pemecah belah situasi keamanan sebuah negara bisa hadir dari media sosial, karena jika para penggunanya tidak mengetahui benar tidaknya informasi yang dikonsumsinya, maka informasi negatif dan belum tentu benar itu ditelan mentah-mentah," ungkap Fadeli.

Surochim, dosen prodi Ilmu Komunikasi UTM, mengatakan, persentase pengguna media sosial terbanyak berada di kalangan pemuda, seperti siswa dan mahasiswa. Sehingga langkah terbaik adalah mengajak para pemuda itu selalu bijak dalam bermedia sosial.

"Bermedsos di era sekarang terpenting adalah bijak. Mahasiswa harus pandai membedakan antara informasi yg cenderung hoax dan berita yang memiliki unsur-unsur nilai berita. Maka Indonesia ini akan aman dari ancaman​ konflik internal," jelasnya.

Awang Dharmawan, dosen prodi Ilmu Komunikasi Unesa mengatakan bahwa penting bagi generasi muda memiliki literasi media yang baik sehingga tidak mudah terpengaruh berbagai isu.

"Ini yang terpenting para mahasiswa sebagai tulang punggung bangsa, selain harus pandai dan perbanyak media," pesan Awang.[air/ito]

Tag : medsos

Berita Terkait

    Komentar

    ?>