Sabtu, 18 Nopember 2017

Pesan Hermawan Kertajaya untuk 5.109 Maba ITS

Kuliah Tidak untuk Cari Istri Cantik tapi Tuntut Ilmu pada Tuhan

Selasa, 15 Agustus 2017 21:17:03 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Kuliah Tidak untuk Cari Istri Cantik tapi Tuntut Ilmu pada Tuhan

Surabaya (beritajatim.com) - Pakar marketing Dr (HC) Hermawan Kartajaya memotivasi 5.109 mahasiswa baru (maba) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tentang pentingnya Konsep Diri dalam Membangun Karir di Masa Depan di Graha Sepuluh Nopember ITS, Selasa (15/8/2017).

Ia menerangkan bagaimana cara memposisikan diri, bagaimana orang menilai bisa berbeda, dan bagaimana menjual diri adalah konsep yang harus dipertimbangkan melalui materi tentang Positioning, Differentiating, dan Branding (PDB) yang merupakan hal penting untuk ditanamkan bagi setiap orang agar karir masa depannya nanti dapat berkembang dengan baik.

“Untuk memiliki PDB diri,  ada empat moral yang harus dibangun. Moral yang pertama yaitu profesionalisme. Di ITS tentu menyediakan wadah pengembangan seperti organisasi. Dengan aktif berorganisasi, moral profesional terbangun dengan sendirinya,” terangnya.

Moral selanjutnya adalah produktif. Hermawan mengatakan, aktif berbeda dengan produktif. Melihat dari pengalamannya, mahasiswa yang aktif berorganisasi cenderung tidak produktif. Produktif adalah sesuatu tindakan yang mampu menghasilkan. Produk adalah tentang seorang mahasiswa yang mampu berkarya, berprestasi, dan bermanfaat.

“Setiap orang memiliki waktu yang sama yaitu 24 jam, tetapi  mengapa ada mahasiswa yang memiliki prestasi berbeda? Itu karena mereka lebih produktif. Berkacalah!” tegasnya.

Moral ketiga adalah kreatif, dan moral terakhir adalah mental pengusaha. Kedua moral ini, menurut Hermawan, adalah moral yang paling jelas untuk memberi label pada diri sendiri. “Moral ini adalah moral pembeda dari setiap orang,” pungkasnya.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, mengatakan di antara 5.109 maba yang dikukuhkan dalam upacara pengukuhan itu, 58 orang diantaranya mahasiswa asing. "Bila dirincikan, sebanyak 3.460 mahasiswa yang dikukuhkan tersebut untuk program pendidikan sarjana (S1), 815 mahasiswa program Diploma, 632 mahasiswa program Magister dan 65 mahasiswa program Doktoral. Dan 22 mahasiswa lainnya merupakan mahasiswa Program Profesi Arsitek," urainya.

Bahwa tujuan utama menjadi seorang mahasiswa adalah menuntut ilmu. Tidak hanya untuk dunia, tetapi juga untuk di akhirat nanti.

Pria yang jug guru besar Teknik Lingkungan ini menyampaikan pesan dalam bentuk candaan menarik. “Terlalu sempit, jika saudara belajar di sini hanya untuk mencari gaji besar, atau mencari istri yang cantik, ataupun suami yang ganteng. Orientasi menuntut ilmu itu harus langsung kepada Tuhan,” tutur Joni.

Pesan ini sengaja ia sampaikan di awal karena ia berharap, mahasiswa ITS dapat memandang penting sebuah kejujuran. “Dengan terus mengingat Tuhan, mahasiswa akan takut berbuat kecurangan seperti mencontek, bolos, dan kejahatan kecil lain,” ujar Joni. [ito/but]

Tag : its

Komentar

?>