Selasa, 17 Juli 2018

Mahasiswa Unitomo Bantu Kembangkan Ekonomi Kreatif Warga Lereng Bromo

Selasa, 15 Agustus 2017 03:26:40 WIB
Reporter : Shohibul Hujjah
Mahasiswa Unitomo Bantu Kembangkan Ekonomi Kreatif Warga Lereng Bromo

Pasuruan (beritajatim.com) - Sebanyak 921 mahasiswa dari Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah lereng Gunung Bromo, di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, mengajak warga setempat untuk mengembangkan ekonomi kreatif, yakni peternakan dan pertanian.

Apa yang dilakukan mereka itu bukan tanpa alasan. Sebab wilayah Kecamatan Tutur sendiri dikenal memiliki kekayaan alam dan potensi ekonomi yang cukup besar. Untuk itulah para mahasiswa tergerak hatinya membantu memaksimalkan potensi yang ada di wilayah Kecamatan Tutur.

"Selain keindahan alamnya, Nongkojajar juga memiliki potensi peternakan sapi dan pertanian yang besar. Potensi ini bisa diberdayakan melalui pengembangan ekonomi kreatif dengan melakukan pendampingan langsung kepada warga setempat," kata Rektor Unitono Surabaya, Dr Bachrul Amiq kepada beritajatim.com, Senin (14/8/2017).

Nongkojajar dikenal sebagai daerah sentra peternakan sapi perah dengan populasi sebanyak 18.200 ekor. Selain itu juga dikenal sebagai dengan perkebunan apel yang luasnya mencapai 7.400 hektar (ha) lebih. Juga terdapat berbagai tanaman serta buah-buahan seperti paprika dan bunga krisan.

"Kami juga membantu dan mendampingi warga untuk memperhatikan lingkungannya, karena usaha warga tergantung kondisi alam. Kami ajak mereka melestarikan hutan. Sehingga keindahan dan kesegaran alam dengan terpeliharannya hutan-hutan pinus dan kebutuhan air tetap terpenuhi," ucap Dr Bachrul.

Tak ayal, kondisi inilah yang membuat ratusan mahasiswa dari delapan fakultas Unitomo Surabaya turun dan berbaur langsung dengan warga di 12 desa di Kecamatan Tutur.

"Untuk ekonomi kreatif, warga diajak mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan hasil peternakan maupun pertanian yang selama ini terbuang dan terabaikan. Untuk lingkungan, selain penanaman pohon, kami ajak warga untuk hidup bersih melalui sanitasi yang baik. Serta penataan administrasi pemerintahan desa," ujar Ketua LPM Unitomo, Dr Sulis Janu Hartati.

Sementara sejumlah produk dari ekonomi kreatif yang dihasilkan warga bersama mahasiswa, di antaranya adalah yoghurt apel, krupuk dan kripik susu, masker kosmetik apel, nugget sayuran dan lainnya.

"Buah apel sangat melimpah di sini. Jadi sayang banyak buah yang terbuang. Setelah kami teliti, ternyata bisa dijadikan yoghurt apel, untuk menjaga kesehatan, terutama pencernaan. Yoghurt apel Nongkojajar ini bisa bertahan 1 bulan dan hanya satu-satunya di Indonesia," kata Arina Fitrataka, Mahasiswi Fakultas Komunikasi dan Ilmu Pendidikan. [oci/suf]

Tag : unitomo kkn

Komentar

?>