Selasa, 22 Agustus 2017

Pensiunan Anak Punk 7 Kali Dirazia Satpol PP

Buku Rapor Ditahan Sekolah karena Tunggak Rp 700 Ribu

Jum'at, 11 Agustus 2017 15:03:45 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Buku Rapor Ditahan Sekolah karena Tunggak Rp 700 Ribu

Kediri (beritajatim.com) – Niat Maharani untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA di Kota Kediri tampaknya menemui ganjalan. Lulusan SMP asal Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini belum memegang buku rapor miliknya, karena masih tertahan di sekolah asal. Padahal buku rapor kelas 9 itu dibutuhkan untuk syarat pendaftaran.

Buku rapor pemilik nama lengkap Maharani Putri Setya Anggaraini ini diduga sengaja ditahan oleh sekolah, karena ia tidak sanggup membayar biaya sekolah yang menunggak sebesar Rp 700 ribu. Peristiwa tragis ini diketahui setelah Maharani datang bersam temannya ke Markas Satpol PP Kota Kediri, Jumat (11/8/2017) siang.

Kedatangan Maharani ke Mako Satpol PP untuk mengadu, sekaligus meminta solusi. Remaja putri ini berkeinginan melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 8 Kota Kediri. Sebab, meski dari keluarga kurang mampu, namun ia bercita-cita tinggi yakni, menjadi seorang polisi wanita (polwan).

“Kami sudah lama mengenal Maharani. Sebab, sebelumnya ia sering terjaring razia karena ikut-ikutan dalam kelompok anak Punk. Sedikitnya sudah tujuh kali dirinya terjaring. Tetapi akhirnya Maharani sadar dan ingin melanjutkan sekolahnya. Kami sangat mendukung apa yang dicita citakan. Untuk itu, akan kami bantu,” ungkap Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Setelah menerima penjelasan Maharani, Nur Khamid berjanji akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial. Dua dinas ini akan menjawab persoalan Maharani. “Untuk biaya sekolah yang masih menunggak, mungkin akan diatasi Dinas Sosial. Lalu tentang sekolah yang akan dituju, kami koordinasikan dengan Dinas Sosial. Kalau memang tidak dibantu, saya sendiri yang akan melunasinya,” janji Nur Khamid.

Menurut pengakuan Maharani, sebelumnya ia tercatat aktif sebagai pelajar salah satu SMP swasta di Kediri. Selama sekolah, Maharani tercatat sebagai salah satu siswi yang berprestasi di bidang atletik lari. Namun ia berasal dari keluarga kurang berada.

“Kami Satpol PP Kota Kediri merasa senang atas berubahnya anak tersebut dan akan membantu sebisanya untuk melanjutkan anak tersebut untuk kembali bersekolah. Apalagi anak tersebut dulu mempunyai perstasi sebagai atlet atletik Kota Kediri. Dan harapanya mau sekolah di SMA 8 Kota Kediri dan bercita cita ingin menjadi Polwan dan bisa membantu ortu,” pungkas Nur Khamid. [nng/but]

Tag : sekolah kediri

Komentar

?>