Jum'at, 20 Oktober 2017

Ada Kelas tentang Majapahit di SD dan SMP Mojokerto

Jum'at, 11 Agustus 2017 10:56:33 WIB
Reporter : Misti P.
Ada Kelas tentang Majapahit di SD dan SMP Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) - Untuk memperkenalkan cagar budaya dan pelestarian kepada pelajar, Pusat Informasi Majapahit (PIM)/ Museum Majapahit melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah ke Kabupaten Mojokerto. Sosialisasi tersebut tidak hanya siswa Sekolah Tingkat Menengah (SMP), namun juga tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kepala Unit Pengelolaan Informasi Majapahit, Muhammad Ichwan mengatakan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mempunyai tugas pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan. "PIM aspek dari pelestarian yakni mengkaji aspek Majapahit diberikan kepada masyarakat," ungkapnya, Jum'at (11/8/2017).

Masyarakat tersebut, lanjut Ichwan termasuk anak usia dini, pelajar dan masyarakat umum. Untuk itu, PIM melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah mulai tingkat SD dan SMP yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto dengan tujuan mengenalkan cagar budaya dan pelestarian.

"Dalam satu hari penuh, mulai pagi sampai malam, para pelajar tersebut diberikan pengenalan dan pelestarian cagar budaya. Seperti kelas Majapahit yakni kita berikan power point sejarah Majapahit agar para pelajar tahu dan paham. Selain itu diberikan simulasi tentang penggalian arkeolog," katanya.

Ichwan menjelaskan, dengan alat peraga yang telah disiapkan (cagar budaya, red), diharapkan para pelajar bisa menguji dari sisi arkelog. Dengan pengalaman tersebut, tegas Ichwan, para pelajar bisa melestarikan cagar budaya. Hal tersebut dinilai sangat penting karena sesuai dengan Kurikulum 2013 (K13).

"Tak hanya itu saja, para pelajar juga diberikan permaian edukatif yakni permainan tradisional. Karena di era digital saat ini, banyak para pelajar yang sudah tidak mengenal permainan tradisional. Dinding kelas sekolah, juga kita pasang tentang sejarah Majapahit dari semua aspek. Mulai budaya, agama, sosial dan lainnya," ujarnya.

Malam harinya, lanjut Ichwan, para pelajar yang didampingi para orang tua tersebut diberikan film edukatif dari Kemendikbud berupa film pendek. Sehingga tak hanya pelajar yang mendapatkan pengetahuan dengan sejarah Majapahit, orang tua juga mendapatkan.

"Tujuan akhirnya yakni, para pelajar mendapatkan pengalaman empiris karena para pelajar merupakan generasi penerus bangsa. Dinas Pendidikan menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini, kita juga menerima juga ada sekolah yang ingin kita berikan sosialisasi tentang cagar budaya," pungkasnya. [tin/but]

Tag : majapahit

Komentar

?>