Jum'at, 15 Desember 2017

Mahasiswa UM Ciptakan Alat Pembuat Garam Bertenaga Surya

Jum'at, 04 Agustus 2017 22:51:44 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Mahasiswa UM Ciptakan Alat Pembuat Garam Bertenaga Surya

Surabaya (beritajatim.com) - Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menciptakan alat pembuat garam bertenaga solar cell yang bisa digunakan dalam segala kondisi cuaca. Alat tersebut diberi nama "Pelita".

Zainal Abidin, pencipta "Pelita" saat ditemui di kampusnya, Jumat (4/8/2017) menjelaskan bahwa alat yang diciptakan ini mampu menyuling air laut menjadi air tawar dan menghasilkan garam.

"Ide awal sebagai solusi terhadap kelangkaan garam yang saat ini terjadi, dan juga membantu masyarakat daerah pantai terhadap sulitnya untuk mendapatkan air tawar," tutur Zainal Abidin.

Proses penyulingan dan pembuatan garam, dijelaskan Mahasiswa angkatan 2013 ini bahwa cukup singkat dan mudah. "Pertama, untuk memperoleh energi panas yang dirubah menjadi energi listrik melalui solar cell. Alat harus dipanaskan lebih dulu selama empat jam. Kemudian energi disimpan di aki/accu dan dirubah menjadi energi tegangan AC menggunakan inverter untuk proses destilasi (memisahkan air laut menjadi garam dan air tawar)," paparnya.

Ditanya berapa skala air dan garam, saat air laut ini diproduksi melalui alat ciptaannya? Pemuda asal Bojonegoro ini mengaku masih dalam skala kecil dan masih perlu dikembangkan lagi agar memperoleh hasil yang maksimal.

"Penelitian awal, saya menggunakan sampel air laut pantai Kenjeran sebanyak 200 cc, diproses selama satu jam menjadi air tawar 180 cc dan garam 10 gram. Kelebihannya, garam sudah bersih dan halus tapi belum beriyodium," terangnya.

Untuk dapat dikonsumsi, tambahnya, garam yang dihasilkan harus diukur terlebih dahulu kadar NaCl. Sedangkan air tawar tersebut sudah sesuai standar air bersih. "Jika dimasak, air tersebut layak untuk diminum. Namun untuk garamnya apakah bisa langsung bisa dikonsumsi? itu masih dilakukan pengecekan di laboratorium," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan, Junaidi Feri Efendi mengungkapkan, inovasi ini mendapat dukungan penuh dari universitas. Selanjutnya akan dikembangakan dan di bagikan kepada mitra kampus yang berada di daerah pesisir pantai pulau Madura.

"Sebab fungsinya dapat memberi solusi atas permasalah di masyarakat. Insya Allah akan dikembangkan agar dapat digunakan bagi masyarakat," tandas Junaidi. [ito/suf]

Komentar

?>