Jum'at, 20 Oktober 2017

MTsN Pagu Tanggapi Keluhan Walimurid Perihal Pungutan

Jum'at, 04 Agustus 2017 09:21:47 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
MTsN Pagu Tanggapi Keluhan Walimurid Perihal Pungutan

Kediri (beritajatim.com) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pagu, Kabupaten Kediri akhirnya menjawab keluhan dari para walimuridnya terhadap sejumlah pungutan biaya pendidikan yang dirasa memberatkan. Menurut pihak MTS, ada beberapa iuran yang sifatnya tidak wajib dibayar oleh siswa dan ada beberapa diantaranya yang telah dihapuskan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala MTSN Pagu Sri Umik Hanik meminta walimurid tidak merasa resah terhadap biaya pendidikan untuk anak-anaknya. Sebab, mulai tahun ajaran 2017/2018 ini beberapa item iuran sudah dihapuskan. Seperti misalnya, pembelian buletin, kalender, tabloit dan air mineral.

"Apa yang disampaikan oleh para walimurid kemarin, setahun kami itu tahun ajaran yang lalu tahun 2016, dan insya Allah itu sudah tidak ada. Aqua dan lain lain"” ujar Sri Umik Hanik, Jumat (4/8/2017).

Sementara itu terkait pungutan amal jariyah, menurut Umik Hani, iuran ini tidak bersifat wajib bagi seluruh siswa. Anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, dibebaskan dari biaya ini. Tentunya, mereka harus membuktikanya dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan juga Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dimiliki.

"Walimurid bisa berkomunikasi dengan kami. Kami pintu kami selalu terbuka lebar," pinta Umik Hanik. Iuran amal jariyah ini sendiri, imbuhnya, bukan ditentukan oleh pihak sekolah. Sebab, besarannya berdasarkan kesepakatan antara Komite Sekolah dan walimurid sendiri. "Tidak dibatasi dan tidak wajib. Itu sesuai dengan kemampuan orang tua," tambahnya.

Terpisah, Humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Puolo Jose Xemenes mengatakan, kegelisahan walimurid terhadap biaya pendidikan di MTSN Pagu adalah kesalahan pahaman dari cara berkomunikasi saja. Sehingga, apabila ada wali siswa yang mendapatkan informasi belum dipahami, diharapkan langsung menemui pihak sekolah.

"Dalam hal ini kepala madrasah terbuka untuk seluruh walimurid yang ingin berkomunikasi dan bertanya. Agar mendapatkan informasi yang akurat. Informasi yang kemarin beredar itu adalah tahun lalu yang sebenarnya sudah tidak ada lagi," jelas Paolo.

Diakui Paolo, setiap madrasah sudah tidak diperkenankan lagi memungut sejumlah biaya pembelian majalah. Hal itu didasarkan atas instruksi langsung dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur. Biaya pembelian tabloit ini sudah tanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jatim, sehingga tidak dibebaskan kepada siswa.

"Terkait majalah untuk tahun ini dibiayai dari APBD. Dari mulai tingkat kanwail sampai madrasah. Semua akan mendapatkan majalah gratis dari Kanwil. Instruksi dari kanwil dan juga komitmen semua. Pengelola pendidikan madrasah dan juga kehadiran madrasah ini semata mata untuk memberikan pendidikan yang layak kepada masyarakat sekitar. Tidak ada alasan apapun untuk menolak atau untuk membatasi hak pendidikan anak. Khususnya bagi anak anak yang kurang mampu," tegas Paolo.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah walimurid MTSN Pagu Kabupaten Kediri merasa keberatan erhadap banyaknya iuran uang sekolah. Pungutan itu diketahui ketika siswa daftar ulang tahun 2016. Diantaranya adalah iuran untuk pengembangan madrasah, pembelian buletin, dan pembelian air mineral, serta pembelian kalender. Semua ini dibebankan siswa. [nng/suf]

Tag : ppdb kediri

Komentar

?>