Rabu, 22 Nopember 2017

Kadisdik Pamekasan Apresiasi Program Dialog Interaktif STAI Al-Khairat

Minggu, 30 Juli 2017 15:31:20 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Kadisdik Pamekasan Apresiasi Program Dialog Interaktif STAI Al-Khairat

Pamekasan (beritajatim.com) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Mohammad Tarsun mengapresiasi program dialog interaktif pembinaan kelembagaan PAUD/PNF dan Pendidikan Dasar yang digelar di Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Khairat Pamekasan.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema 'Menuju Standar Nasional' itu, ia mengaku sangat bahagia sekaligus memiliki kesempatan untuk menyampaikan sejumlah unek-unek kepada dua pemateri sekaligus, yakni Prof Dr Yarim Riyanto, M.Pd (Ketua Perencanaan dan Pengembangan Akreditasi PAUD/PMF) dan Dr Erny Rosminingsih, M.Si (Tim Pembina Pusat MBS Direktorat Pendidikan SD).

"Kami sangat bahagia sekali dengan kegiatan ini, nanti akan kami sampaikan kegalauan yang kami alami selama ini," kata Mohammad Tarsun yang disambut meriah oleh ratusan peserta dan juga jajaran akademisi, Minggu (30/7/2017).

Program yang digagas program studi (prodi) baru di kampus yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2, dinilai sangat membantu program yang tengah dijalankannya.

"Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai pemangku kebijakan, ini sebagai salah satu jawaban dari tanggungjawab kami. Mudah-mudahan kedepan ada tindak lanjut," ungkapnya.

"Memang soal usia dini terdapat beberapa perbedaan mendasar, berdasar Undang-Undang Pendidikan Nasional Pasa 28 tertera mulai usia 0 hingga 6 tahun. Tapi para pakar menyatakan mulai usia 0 hingga 8 tahun, itu tidak jadi masalah dan sama-sama benar," imbuhnya.

Pihaknya menjabarkan dari dua katagori usia sebagai masa usia emas seorang anak, sehingga sangat dibutuhkan langkah strategis untuk menumbuh kembangkannya. "Golden kid merupakan usia strategis, karena ini perkembangan 90 persen berada di usia ini. Bahkan kalah salah dalam mendidik akan berakibat fatal," jabarnya.

Bahkan saat ini Pamekasan sudah memiliki sebanyak 825 kelompok bermain dan 500 di antaranya TK, ditambah dengan program satu desa satu TK dan satu kelompok bermain. "Satu sisi kami senang, tapi sayang hal itu belum diimbangi dengan pengajar. Sehingga kami menggandeng konsultan untuk menumbuh kembangkan anak dan kita sudah menggelar TOT 180 guru kelompok bermain dan TK," jelasnya.

"Dalam dalam aspek kelembagaan, banyaknya PAUD dan TK di Pamekasan. Hanya sebanyak 5 sekolah yang sudah dinyatakan berstatus akreditasi, sehingga dialog ini nantinya bisa muncul solusi dan rekomendasi," pungkasnya. [pin/ted]

Komentar

?>