Sabtu, 21 Oktober 2017

Ribuan Pasien Mata Berobat Gratis di PMI Banyuwangi

Jum'at, 28 Juli 2017 14:51:07 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ribuan Pasien Mata Berobat Gratis di PMI Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ribuan pasien penyakit mata mendaftar di Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyuwangi. Mereka ingin mendapatkan pelayanan pemeriksaan mata gratis yang dibuka oleh PMI setempat. Tak hanya sekedar memeriksa, tapi juga memberikan tindakan medis lanjutan jika diperlukan.

"Pemeriksaan mata ini kita laksanakan selama empat hari. Hari pertama dan kedua 750 pasien, hari ketiga 500 pasien dan hari keempat akan dilakukan pemeriksaan keliling di sekolah-sekolah," terang Ketua PMI Banyuwangi dr. Mufti Aimah Nurul Anam saat pembukaan kegiatan tersebut di Markas PMI Banyuwangi, Jumat (28/7/2017).

Bagi mereka yang kedapatan mengalami penyakit mata serius, seperti katarak akan segera dilakukan operasi. Ada pula, bola mata palsu bagi 200 pasien yang membutuhkan.

"Untuk operasi dilakukan selama lima hari dengan mendatangkan 5 dokter spesial mata. Semoga ini membantu, karena jika tak ditangani, katarak bisa berujung ke kebutaan," terang Anam.

Khusus operasi katarak, kata Anam, harus dilakukan lantaran hal itu dapat membuat lensa mata menjadi keruh dan mengaburkan penglihatan. "Katarak ini masih menjadi problem bagi dunia kesehatan Indonesia," imbuhnya.

Anam menambahkan, tingginya jumlah penderita katarak juga tidak sebanding dengan jumlah dokter mata yang bertugas di Indonesia yang hanya sekitar 1.100 dokter.

"Maka kalau kita cek di banyak rumah sakit, dalam seminggu, penanganan terhadap katarak hanya bisa menjangkau tak lebih dari 30 pasien," ujarnya.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, 50 persen kebutaan di Indonesia ini disebabkan oleh katarak. Tiap tahun ada penambahan sekitar 250.000 orang yang menderita katarak di seluruh Indonesia. Padahal, dalam setahun, kasus yang tertangani tak lebih dari 180.000 penderita. Jadi ada 70.000 penderita yang belum tertangani tiap tahunnya.

"Meski sebenarnya ini di-cover BPJS, besarnya jumlah penderita dan minimnya akses informasi membuat tak semuanya tertangani dengan baik. Maka kita berinisiatif membantu pemerintah menangani kesehatan mata warga, termasuk penderita katarak," terangnya.

Project Manager John Fawcett Foundation Nyoman Wardhana mengatakan, kegiatan ini merupakan tahun kelima yang dilaksanakan bersama PMI Banyuwangi. "Kami membawa dua bis khusus operasi dan 25 tenaga medis, termasuk lima dokter spesialis mata," ungkap Nyoman.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat membuka acara mengapresiasi kerja PMI Banyuwangi. Ia mengharapkan kerja PMI lebih meluas jangkauannya. "Setelah ini saya harap bisa ke pesantren, desa, sekolah-sekolah untuk membantu pengobatan warga," jelasnya. (rin/kun)

Komentar

?>