Rabu, 27 September 2017

Ini Hasil Rekomendasi Workshop I Terjemahan al-Qur'an Bahasa Madura

Selasa, 18 Juli 2017 22:02:46 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ini Hasil Rekomendasi Workshop I Terjemahan al-Qur'an Bahasa Madura

Pamekasan (beritajatim.com) - Tim Penerjemahan al-Qur'an ke dalam bahasa Madura STAIN Pamekasan menghasilkan beberapa rekomendasi pasca menggelar workshop pertama di Hotel Front One Jl Jokotole, Jum'at hingga Minggu (7-9/7/2017) lalu.

Workshop tersebut digelar untuk mengevaluasi hasil penerjemahan al-Qur'an ke dalam bahasa Madura, khususnya untuk 10 juz pertama. Bahkan pada kesempatan itu, tampak hadir perwakilan Puslitban Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Termasuk juga dua perwakilan dari Pakem Madduh Madura, HM Dradjid dan Muakman. "Pada workshop kemarin, kita menghasilkan beberapa rekomendasi untuk direalisasikan pada juz berikutnya," kata Ketua Tim Ahli Penerjemahan al-Qur'an ke dalam bahasa Madura STAIN Pamekasan Moh Syahid, Selasa (18/7/2017).

"Setidaknya terdapat tiga rekomendasi yang kami hasilkan pada pelaksanaan workshop pertama, meliputi ejaan bahasa Madura, ketepatan tingkatan penggunaan bahasa halus dan kasar, serta gaya harfiyah dan tafsiriyah," imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan ejaan bahasa Madura cenderung lebih sulit dibandingkan jenis bahasa daerah lainnya, sehingga dibutuhkan ketelitian demi menghasilkan bahasa agar lebih komunikatif. "Apalagi konsistensi Penggunaan tingkatan berbahasa sangat diperlukan dalam penerjemahan ini," jelasnya.

"Termasuk penerjemahan gaya harfiyah dan tafsiriyah, sehingga kita harus mengkaji secara detail mana yang seharusnya terjamah harfiyah maupun tafsiriyah," sambung pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II STAIN Pamekasan itu.

Selain itu, gaya harfiyah juga harus menerapkan kata kunci berupa arti kata berdasar kamus. "Biasanya yang digunakan arti pertama dan struktur kalimatnya mengikuti struktur dari al-Qur'an, jadi kalau ada terjemahan ketat kita lakukan dengan ini," bebernya.

"Kalau tafsiriyah penerjemahannya dilakukan dengan menangkap pesan ayat dengan menggunakan kosa kata yang dipilih bebas, namun tetap mengacu terhadap penafsiran dengan rujukan tafsir Jalalain," pungkasnya. [pin/but]

Komentar

?>