Senin, 25 September 2017

Bertemu Peternak Ikan KOI, Pabrik Sari Apel Siap Uji Limbah

Senin, 17 Juli 2017 22:07:27 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Bertemu Peternak Ikan KOI, Pabrik Sari Apel Siap Uji Limbah

Malang (beritajatim.com) - Setelah dilakukan mediasi, kasus dugaan pencemaran limbah Sari Apel Vicha yang dituduhkan Peternak Ikan Koi di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, akhirnya berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menempuh jalur musyawarah dan membuka komunikasi apabila terjadi hal-hal yang kurang berkenan di kemudian hari.

Dalam mediasi di Balai Desa Sananrejo, Senin (17/7/2017), Kades Sananrejo Erna Yustining mempertemukan para peternak Ikan KOI dan Ikan Konsumsi di desanya dengan pemilik pabrik olahan sari apel di tempat itu.

"Pertemuan antara warga pembudidaya ikan Koi dengan pihak perusahaan juga dihadiri Muspika Turen. Konflik tersebut dinyatakan deal dan tidak ada masalah di kemudian hari," terang Erna.

Kata dia, warga minta pembenahan saluran pembuangan limbah dengan sistem filter. Kalau itu dilakukan, aliran limbah tersebut tidak berdampak pada saluran irigasi yang digunakan warga untuk budidaya ikan hias seperti Koi dan ikan Mas. Warga juga menuding, limbah tersebut akibat kebocoran amoniak, yang berdampak dengan matinya ratusan ikan komersial itu.

"Akhirnya permintaan itu dikabulkan oleh pihak perusahaan. Dengan demikian, ada rasa keterkaitan duduk bersama antara warga dengan pihak perusahaan," tegas Erna.

Sementara itu, dua perwakilan dari peternak Ikan Koi yakni Eko dan Nanang menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung selama 2 jam itu, pihak pabrik sendiri bersedia melakukan uji tes limbah di laboraturium. Namun warga minta tawaran tersebut ditunda. Karena warga harus koordinasi lebih dulu dengan pihak penasehat yang berkopenten dalam komunitas ikan koi.

Terpisah, Wintono selaku pemilik pabrik minumann Sari Apel Vicha membantah keras jika di pabrik yang terletak di Jalan Nusa Indah RT 11/ RW 08 Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang itu, menggunakan bahan amoniak dalam proses produksi minuman sari apel.

"Kami memproduksi jenis makanan. Untuk itu di perusahaan kami tak menggunakan amoniak seperti tudingan warga. Kami juga pernah coba pelihara ikan di kawasan pabrik, ternyata ikan itu sampai sekarang masih hidup," aku pengusaha asal Kota Batu itu.

Wintono menambahkan, pihaknya tidak membuang limbah ke sungai melainkan ke IPAL yang sudah tersedia di areal pabrik. Atas laporan komunitas ikan hias jenis Koi ini, bahwa pabrik minuman mengandung amonik tinggi, itupun tidak terbukti. "komunitas KOI belum siap kami ajak bareng untuk cek laboratorium. Kami  mohon nama baik saya dikembalikan melalui medsos, media cetak dan juga elektronik," pinta Wintono. [yog/suf]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>