Senin, 25 September 2017

KMU Gelar Phaco Workshop untuk Dokter Mata

Sabtu, 15 Juli 2017 15:25:22 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
KMU Gelar Phaco Workshop untuk Dokter Mata
Dokter Uyik Unari Sp.M, Direktur KMU. [Foto: antok/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Sebanyak 30 dokter spesialis mata dari berbagai daerah di Indonesia, mengikuti Phaco Workshop yang digelar Klinik Mata Utama (KMU) selama dua hari pada Sabtu-Minggu, 15-16 Juli di Hotel Sheraton Surabaya.

Kegiatan ilmiah ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. KMU menggandeng PERDAMI (Persatuan Dokter Mata Indonesia) dan INASCRS (Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery).

Phaco Workshop ini merupakan pelatihan untuk meningkatkan keahlian operasi katarak dengan teknik canggih dan terbaru, yakni phacoemulsification.

Dengan teknik ini, operasi bisa lebih cepat, tanpa jahit, tanpa sakit, dan sembuh lebih cepat.

Materi workshop tak hanya teori. Lebih banyak dengan praktik wet laboratorium menggunakan mata babi. Peralatan operasi lengkap juga diboyong ke Sheraton.

Hadir sebagai instruktur, dr Imam Tiharyo, SpM (K), M.Kes, dr. Johan Hutauruk, SpM (K) (INASCSRS), dr Wimbo Sasono, SpM (PERDAMI) dan para dokter spesialis mata KMU.

Latar belakang digelarnya workshop ini adalah karena masih sedikitnya dokter mata yang sudah bisa melakukan operasi dengan tehnik phaco. Padahal, jumlah pasien katarak semakin banyak di Indonesia.

"Kami sangat berharap kegiatan ini merupakan sumbangsih KMU untuk percepatan dan peningkatan kualitas layanan operasi mata bagi masyarakat, " kata dr Uyik Unari, SpM, Direktur KMU.

Di Indonesia, lanjut Uyik Unari, kemampuan operasi mata masih di kisaran 800 mata per tahun. Padahal, mengutip standar WHO (World Health Organization), mestinya 4.000 mata per tahun per 1 juta penduduk.

"Artinya, kita ketinggalan sekali. Sehingga pelatihan semacam ini harus lebih sering digelar. Alhamdulillah, antusiasme peserta juga sangat terasa. Salah satu sebabnya mereka kini tak harus belajar ke luar negeri untuk belajar teknik ini, " lanjut alumnus FK Unair ini, bersemangat.

Melihat banyaknya dokter yang ingin mengikuti workshop, tapi terpaksa ditolak karena kapasitas kursi yang terbatas, KMU merencanakan mengadakan lagi bulan Desember 2017 mendatang. "Saya pikir ini pertanda baik untuk peningkatan layanan kesehatan mata, terutama bagi penderita katarak, di Indonesia," pungkasnya. [air/tok]

Tag : mata

Berita Terkait

    Komentar

    ?>