Senin, 25 September 2017

Mahasiswa Unair Ciptakan Alat Deteksi Serangan Jantung Mendadak

Rabu, 12 Juli 2017 16:48:41 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Mahasiswa Unair Ciptakan Alat Deteksi Serangan Jantung Mendadak

Surabaya (beritajatim.com) - Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Airlangga (Unair) berhasil menciptakan alat pendeteksi dini serangan jantung mendadak atau penyakit “angin duduk” digital.

Mereka adalah Ahmad Nurianto, dengan anggota Aji Sapta, Rahardian, Difa Fanani, dan Novi Dwi.

Latar belakang terciptanya alat pendeteksi penyakit Angina Pectoris" yang diberinama Innovation Heart Monitoring Portable Device "i-Humble" ini untuk membantu mempermudah masyarakat daerah yang kesulitan untuk mengakses Electro Cardio Graph (ECG) yang hanya dimiliki rumah sakit.

Ketua kelompok PKM-KC, Ahmad Nurianto menuturkan bahwa menurut National Heart, Lung, and Blood Institute's Atherosclerotic Risk in Communities (ARIC), bahwa kematian yang disebabkan oleh penyakit ini per tahun mencapai 37%. Sehingga dirinya berusaha untuk mengurangi angka tersbut dengan cara pemeriksaan secara dini.

"Penyakit yang sering disebut angin duduk oleh orang awam ini diakibatkan kurangnya aliran oksigen pada otot-otot jantung. Dan alat ini dilengkapi dengan filter digital berfungsi untuk mempermucah membaca grafik sinyal jantung," ungkap Ahmad, Rabu (12/7/2017).

Ia mengungkapkan, alat ciptaanya ini mudah digunakan bagi masyarakat awam karena dilengkapi dengan layar sentuh dan menggunakan komponen serta sistem yang serba digital.

"Ukuran alatnya kecil mudah digunakan saat-saat darurat. Alat ini juga ditambahkan sistem pakar untuk mendeteksi besar risiko pasien terserang penyakit jantung," jelasnya.

Ia mengatakan dalam pengembangan pembuatan alat ini hanya membutuhkan biaya yang murah. Sehingga ia berharap alat ini dapat menjangkau tenaga medis yang berada di pelosok-pelosok desa di Indonesia.

"Mengingat deteksi dini angin duduk dan penyakit jantung lainnya penting untuk seluruh masyarakat Indonesia,” tandas Ahmad Nurianto.

Diketahui, alat ini juga berhasil lolos seleksi dan mendapatkan dana pengembanagan dari Kementerian Riret Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) program PKM tahun 2016-2017. [ito/but]

Tag : unair

Komentar

?>