Sabtu, 18 Nopember 2017

Hendro Buang Air Besar, Keluar Odol dan Baterai

Selasa, 11 Juli 2017 16:00:34 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Hendro Buang Air Besar, Keluar Odol dan Baterai

Jember (beritajatim.com) - Kondisi Hendro, warga Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, yang memakan pisau dan sejumlah benda tajam, saat ini mulai pulih. Ia masih dirawat di RS Daerah dr. Soebandi, Kabupaten Jember.

"Setiap hari, perut pasien Hendro difoto (ronsen). Mulai hari Minggu, dia sudah bisa buang air besar. Saat buang air besar kami evaluasi. Mulai dari Minggu, benda-benda dalam perutnya sudah mulai berkurang," kata Humas RSD dr. Soebandi Justina Evi Tyaswati, Selasa (11/7/2017).

Saat kotoran Hendro dicek, terdapat barang-barang seperti pasta gigi (odol), batere, dan beberapa benda plastik. "Itu sudah keluar, dan nampak dari hasil foto ronsen, kondisi (barang di dalam perut) menjadi jarang dan turun. Cuma benda-benda tajam, dengan sendirinya tak bisa bergerak. Tapi ada juga yang sudah bergeser," kata Evi.

Dokter spesialis bedah merekomendasikan dilakukannya operasi untuk mengambil benda-benda tajam yang masih tertinggal dalam perut Hendro. "Karena risiko kalau benda tajam. Ini mungkin akan dilakukan dua dokter, karena membutuhkan ketelitian dan membutuhkan pemeriksaan ususnya. Mungkin dalam waktu satu dua hari ini akan dilakukan  operasi untuk mengeluarkan benda-benda tajamnya," kata Evi.

Saat ini, kondisi usus Hendro sudah bergerak dan tidak bengkak. Perutnya sudah mulai kempis. "Tidak ada perdarahan," katanya.

Sebelum dioperasi, kondisi Hendro masih akan dicek kembali. "Kalau bisa diusahakan benda-benda plastik dalam perutnya sudah keluar semua dulu. Jadi tinggal benda tajam saja yang kami keluarkan," katanya.

Hendro sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan pekerja tambak.Menurut Ari Budi Haryanto, kakaknya, hal ini diketahui setelah Hendro mengalami sakit perut. "Saya bawa ke dokter. Kata dokter usus buntu. Besoknya masih tetap sakit, saya bawa ke RSUD dr. Abdur Rahem. Setelah dironsen, begitulah hasilnya. Ada benda-benda tajam. Ada paku, sendok, korek api, uang logam, kayak ada pisaunya juga," katanya. Hendro mulai makan benda-benda tajam setelah lebaran. [wir/ted]

Komentar

?>