Kamis, 21 September 2017

Ini Langkah IPI Tangkal Terorisme-Radikalisme

Minggu, 09 Juli 2017 20:49:59 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Ini Langkah IPI Tangkal Terorisme-Radikalisme
IPI punya strategi jitu atasi terorisme dan radikalisme. [Foto: antok/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) menyatakan perang dengan paham radikalisme dan terorisme melalui pesantren digital.

Ketua Umum IPI RK Zaini Akhmad kepada wartawan mengatakan, peran pesantren digital ini nantinya untuk melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap semua santri di seluruh pesantren.

"Terutama yang berada di bawah naungan IPI. Dengan begitu, para santri minimal bisa mengerti membuat website. Prinsip kami adalah meneguhkan kualitas pesantren dan meningkatkan kualitas teknologi santri," ujarnya di sela sidang pleno DPW IPI Jatim di Hotel Elmi Surabaya, Minggu (9/7/2017).

Menurut dia, dari pengetahuan teknologi ini kemudian dapat meminimalisir ujaran kebencian dan radikalisme yang marak tersebar melalui dunia maya.

Sebab, Islam sebagai agama yang Rahmatan lil Alamin, semestinya menyebar kedamaian. Di sinilah peran pesantren untuk menangkal radikalisme. Sehingga, dapat tercipta Islam yang damai.

"Kami tidak ingin pesantren ketinggalan teknologi. Karena selama ini kami sudah kecolongan, dengan ketertinggalan teknologi. Karena paham radikal kanan maupun kiri menyerang lewat media sosial. Yang dapat mengadu domba bangsa," paparnya.

Mengenai caranya, Zaini mengungkapkan, setiap pesantren memiliki Humas. Bagian inilah nanti yang harus menguasai dan memahami teknologi informatika. Dengan pemahaman terhadap teknologi, kedepannya humas pesantren ini turut aktif memerangi ujaran kebencian yang marak di dunia maya.

Zaini menargetkan, untuk awal ini pihaknya menargetkan 11 ribu pesantren telah mendapat pelajaran mengenai informatika. Oleh sebab itu, IPI menggandeng ahli teknologi dari beberapa kampus guna mewujudkan program ini. Serta, salah satu provider swasta guna mendukung program tersebut. "Kami telah pesan 5 juta kartu perdana GSM untuk bisa digunakan para santri," ungkapnya.

Hingga saat ini, IPI sendiri telah memiliki website yang berisi tentang pelajaran Islam. Beberapa kajian tentang buku yang dipelajari di pesantren telah berhasil didigitalisasi. Di antaranya, kitab kuning, kitab Ihya'ulumuddin, Aqidah dan beberapa lainnya lagi. Santri yang ingin mempelajarinya tinggal mengunduhnya. [air/tok]

Tag : pesantren

Komentar

?>