Rabu, 18 Oktober 2017

Santri Alpad Pamekasan Raih Juara Nasional 'Chinesa Brigde

Minggu, 18 Juni 2017 08:53:51 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Santri Alpad Pamekasan Raih Juara Nasional 'Chinesa Brigde
: Ainun Ridho (kostum kuning/tengah) menerima penghargaan

Pamekasan (beritajatim.com) - Salah satu santri LPI Nubdzatul Bayan Al-Majidiyah Palduding (Alpad), Pamekasan, Ainun Ridho berhasil menjuarai Kompetisi Bahasa Mandarin 'Chinesa Brigde' Internasional se Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/6/2017).

"Al-Hamdulillah, adinda kami Ainun Ridho berhasil menjuarai lomba pidato bahasa Mandarin tingkat SMA dan sederajat yang digelar di Jakarta," kata salah satu pengurus Pondok Pesantren Al-Majidiyah Husnurrahman kepada beritajatim.com.

Pada kompetisi tersebut, Ainun Ridho dinilai mampu menyelesaikan sejumlah perlombaan yang meliputi tiga materi berbeda. Meliputi tes tulis, pidato dan penampilan khas negeri Tirai Bambu.

"Tes tulis dan pidato semuanya bahasa Mandarin, sementara penampilan memperagakan Ruyung (nunchaku) khas Bruce Lee (salah satu legenda kungfu Mandarin)," ungkapnya.

Selain itu, Ainun Ridho berhasil menyisihkan sebanyak 28 peserta dari masing-masing provinsi berbeda se Indonesia. "Ia (Ainun Ridho) berhasil menyisihkan peserta lain untuk katagori perlombaan ini, termasuk dua atau tiga peserta yang juga utusan dari Jawa Timur," ungkapnya.

"Dari itu kami ucapkan selamat dan sukses bagi adinda Ainun Ridho, semoga barokah dan bermanfaat. Dan kami sampaikan terima kasih karena sudah mengharumkan nama pesantren di tingkat nasional," jelasnya.

Ainun Ridho nantinya bakal dikukuhkan dan menerima penghargaan resmi sebagai juara dari panitia pelaksana di salah satu hotel di kawasan Priok, Jakarta, Minggu (18/6/2017) besok.

LPI Nubdzatul Bayan Al-Majidiyah secara resmi didirikan oleh KH Abd Muin Ahmad Mahfud Zayyadi (Kiai Bayan) pada 2009 lalu. Lembaga tersebut merupakan salah satu cabang dari Maktuba Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Lembaga yang berada di Dusun Palduding, Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan, juga menerapkan berbagai pelajaran akselerasi. Seperti akselerasi kitab kuning (gundul), bahasa Arab dan Inggris hingga bahasa Mandarin.

Dalam perkembangannya, lembaga yang baru memasuki usia sekitar 8 tahun tersebut tercatat sudah menampung ribuan santri yang notabene didominasi para santri belia yang terdiri dari santri putra dan putri. [pin/ted]

Tag : pesantren

Komentar

?>