Sabtu, 21 Oktober 2017

Rumah Sakit Diminta Tak Diskriminasikan Korban Mercon

Jum'at, 16 Juni 2017 16:44:04 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Rumah Sakit Diminta Tak Diskriminasikan Korban Mercon

Jember (beritajatim.com) - Komisi D DPRD Jember meminta kepada semua rumah sakit daerah untuk tidak mendiskriminasikan pelayanan kesehatan kepada korban ledakan petasan atau mercon.

"Tolonglah jadi polisi di rumah sakit. Masa orang kena mercon kadang tidak diperhatikan. Tidak ada yang ingin kena mercon. Itu bagian dari takdir," kata Ketua Komisi D Hafidi.

Hafidi meminta agar tiga rumah sakit daerah benar-benar mempersiapkan diri menghadapi lebaran. "Dulu pernah kalang kabut karena kekurangan obat. Ini jangan sampai terjadi lagi. Obat dan lain sebagainya harus benar-benar tertata," katanya.

Diskriminasi pelayanan kesehatan memang sempat menjadi isu di Komisi D. Selain masalah penanganan korban mercon, parlemen juga sempat mempersoalkan tiadanya fasilitas pinjaman sendok makan bagi pasien kelas III di Rumah Sakit Daerah dr. Soebandi. "Masa sendok tidak ada," kata Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi.

Pelaksana Tugas Direktur Utama RS Daerah dr. Soebandi Budi Sumarsetyo mengatakan, sejak dulu pasien kelas III memang tidak mendapat fasilitas pinjaman sendok makan. "Semula ada, ceritanya. Tapi karena sendok itu dibawa pulang terus oleh pasien akhirnya bawa sendok sendiri. Setelah ramai-ramai (di media massa) itu akhirnya ada pinjaman sendok habis pakai dibuang," katanya.

Selain itu, lanjut Budi, sebenarnya ada juga pinjaman selimut, bantal, dan guling untuk pasien kelas III. "Tapi hilang. Mungkin suatu saat perlu ada SPO (Standar Prosedur Operasional) jelas sehingga yang kecil-kecil tertangani," katanya. [wir/but]

Komentar

?>