Selasa, 22 Agustus 2017

Ramadan, Saatnya PMI Banyuwangi Berburu Darah

Stok Darah di Banyuwangi Tinggal 700 Kantong

Rabu, 07 Juni 2017 14:38:07 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Stok Darah di Banyuwangi Tinggal 700 Kantong

Banyuwangi (beritajatim.com) - Jumlah stok darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi berkurang. Kondisi ini menyusul menurunnya jumlah pendonor darah, seiring bulan suci ramadan.

Menyikapi hal ini, UTD PMI Banyuwangi sengaja melakukan perburuan darah di sejumlah tempat. Di antaranya dengan mendatangi tempat keramaian, misal di Taman Blambangan, dan Taman Sritanjung depan Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

"Darah yang ada di kantor (PMI) selama ramadan ini stok berkurang. Paling banyak 700 kantong, baik golongan darah A,B,O maupun AB. Padahal yang dibutuhkan sampai 2 ribu kantong," terang petugas UTD PMI Banyuwangi, Ahmad Mustain, Rabu (7/7/2017).

Upaya berburu darah selama di bulan ramadan ini, nampaknya cukup membantu. "Tiap hari kita nge-time di Taman Sritanjung rutin kita dapat 40 kantong," ujarnya.

Padahal, saat hari normal PMI Banyuwangi harus mengeluarkan sebanyak 50 kantong. Sehingga stok yang ada saat ini masih kurang mencukupi.

Terlebih, donor darah yang dilakukan ini akan berakhir pada 10 hari menjelang lebaran.

"Kalau hari normal itu kita bisa mencapai 2 ribu lebih kantong darah. Meskipun jiga dilihat dari penduduk Banyuwangi yang cukup banyak jumlah itu masih kurang mencukupi. Tapi untungnya kita masih punya sisa stok bulan Mei dan ditambahkan stok yang kita dapat ini," jelasnya.

Sehingga untuk mengganti stok darah pada jeda lebaran ini, pihak UTD PMI Banyuwangi harus segera menyesuaikan dengan jadwal lebaran mendatang. "Kalau lebaran jatuh pada 26 Juni ini, maka paling tidak tanggal 2 Juli kita harus keluar mencari pendonor baru lagi," tetasnya.

Sementara itu, upaya tersebut disambut baik oleh sejumlah warga Banyuwangi. Menurutnya, dengan adanya layanan malam hari di tempat umum tersebut menarik perhatian para pendonor. Mereka juga merasa tak lagi kesulitan harus mendatangi kantor UTD PMI Banyuwangi.

"Jadi lebih mudah karena berada di tempat keramaian. Hasilnya banyak pendonor pemula yang awalnya hanya ingin tahu jadi kepingin ikut donor darah," ungkap Ivan fanani salah satu pendonor asal Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah.

Setidaknya, upaya dari UTD  PMI Banyuwangi untuk mencukupi stok darah selama bulan ramadan ini di mulai sejak 28 Mei sampai 22 Juni mendatang. Pelayanan donor darah dilakukan pada malam hari. (rin/ted)

Komentar

?>