Selasa, 22 Mei 2018

Ini Cara Banyuwangi Agar Warganya Ikut BPJS

Rabu, 07 Juni 2017 10:01:02 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ini Cara Banyuwangi Agar Warganya Ikut BPJS

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pemkab Banyuwangi memiliki terobosan baru dalam upaya meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan. Salah satunya kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kerja sama itu mempermudah akses pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kantor kecamatan.

"Kerja sama ini dirintis untuk memudahkan masyarakat mengikuti program cakupan kesehatan secara menyeluruh (Universal Health Coverage) yang telah dicanangkan pemerintah," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai penandatanganan MoU dengan Kepala Devisi Regional VII Jatim dr. Handaryo di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (6/6/2017)

Lewat program ini, kata Anas, masyarakat akan mendapat kemudahan pendaftaran asuransi kesehatan yang cukup dilakukan di setiap kantor kecamatan.

"Mereka  tak perlu jauh-jauh ke kota untuk mengurus Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di kantor BPJS, cukup datang ke kantor kecamatan sudah bisa mendaftarkan menjadi peserta BPJS. Bahkan, kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang yang sudah jadi akan bisa diambil di kecamatan juga," kata Anas.

Selama ini, lanjut Anas, untuk menjadi peserta BPJS masyarakat harus mendaftarkan ke kantor BPJS yang berada di pusat kota. Adanya kerja sama ini, masyarakat akan lebih mudah mendaftar, sehingga waktunya tidak banyak terbuang melakukan perjalanan kota hanya untuk mendaftar.

Anas mengharapkan perluasan akses pendaftaran ini bisa menambah coverage masyarakat Banyuwangi peserta BPJS. Mengingat selama ini, kepesertaan asuransi di Banyuwangi ada 800.031 peserta.

"Ini salah satu cara kami meningkatkan peserta JKN, karena selama ini masih banyak warga yang tidak mengurus JKM lantaran harus menempuh perjalanan jauh ke kota. Kami juga akan mengimbau lebih aktif warga untuk  segera memiliki kartu JKN," kata Anas.

"Jika masyarakat memiliki kartu JKN, mereka akan lebih tenang, karena biaya kesehatannya sudah tertanggung oleh asuransi. Tak ada kekhawatiran jika tiba-tiba sakit, mereka cukup hanya menunjukkan kartu JKN," pungkasnya. [rin/suf]

Komentar

?>