Selasa, 17 Oktober 2017

Laskar Hijau 'Rawat Ruwat Ranu' di Atas Air

Kamis, 18 Mei 2017 21:05:05 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Laskar Hijau 'Rawat Ruwat Ranu' di Atas Air

Lumajang (beritajatim.com) - Laskar Hijau menggelar Rawat Ruwat Ranu dalam rangka untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan kampanye pelestarian lingkungan melalui jalan kebudayaan pada tanggal 20 Mei 2017. Yang unik panggung dibuat dari bambu yang mengambang di tengah Ranu Klakah yang berada di Desa Tegal Randu Kecamatan Klakah.

Ketua Laskar Hijau, A'ak Abdullah Al-Kudus mengatakan, Gunung Lemongan merupakan benteng ekologi Kabupaten Lumajang wilayah utara yang memiliki total 13 Ranu (Maar). 7 Ranu di antaranya berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan sisanya berada di Kabupaten Probolinggo.

"Kegiatan ini sebagai selamatan untuk ranu-ranu ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat khususnya untuk air minum, irigasi, perikanan juga wisata," ujarnya.

Lanjut dia, data yang dihimpun Laskar Hijau, ada kasus Illegal logging yang terjadi pada kisaran tahun 1998-2002 telah meluluh lantakkan kawasan hutan lindung di Gunung Lemongan. Aktivitas itu berdampak langsung pada 13 ranu yang indah tersebut.

Salah satunya Ranu Klakah, tak kurang dari 25 mata air di Ranu Klakah yang kemudian harus mati akibat perusakan hutan di Gunung Lemongan. Bahkan, sekarang tinggal 6 mata air saja.

"Padahal ranu ini menjadi tumpuan irigasi bagi 620 hektar areal persawahan yang ada di sekitarnya. Degradasi ekologi ini juga terjadi pada ranu-ranu yang lain, bahkan Ranu Kembar di desa Salak, kecamatan Randuagung hingga kering total," ujar A'ak.

Kondisi kerusakan inilah yang memantik para relawan Laskar Hijau untuk melakukan gerakan konservasi di Gunung Lemongan dan di ranu-ranu yang ada di sekitarnya sejak 2005. Selain melakukan penghijauan, para relawan ini juga melakukan kampanye-kampanye pelestarian lingkungan.

Salah satunya dengan jalan kebudayaan. Kegiatan serupa pernah dilakukan di tempat yang sama oleh Laskar Hijau sejak tahun 2006 - 2010 dengan title "Maulid Hijau". " Bedanya, kali ini panggung yang digunakan mengapung di atas air dengan ukuran 20x10 meter," ungkapnya.

Kegiatan ini akan dimulai pada jam 12.30 pada tanggal 20 Mei dengan istighosah kubro bersama warga sekitar Ranu Klakah dan akan dihadiri oleh Bupati Lumajang, kemudian dilanjutkan dengan pagelaran budaya yang meliputi seni tari, musik dan teater dari seniman-seniman Lumajang, Malang dan Probolinggo.

Para peserta yang  berpartisipasi secara sukarela karena kepeduliaannya kepada pelestarian budaya dan lingkungan. "Panggung ini adalah panggung rakyat, siapapun boleh hadir menyaksikan dan menampilkan karya seninya," terang A'ak.

Laskar Hijau mengandwng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang sebagai pendukung kegiatan ini berencana akan menjadikan acara ini sebagai event tahunan. [har/but]

Tag : lingkungan

Komentar

?>